P
Polda Jatim Kumpulkan 28 Barang Bukti dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Termasuk Beton dan Tulangan.(Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) menyebabkan puluhan korban meninggal dunia. Usai menemukan unsur pidana, Polda Jawa Timur (Jatim) mulai memanggil saksi-saksi. Tujuannya tidak lain untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam penyidikan yang sedang mereka lakukan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa pihaknya berusaha mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus tersebut untuk mencari tahu dan menemukan pihak yang bertanggung jawab atas ambruknya ponpes tersebut. Karena itu, mereka harus menemukan barang bukti yang relevan untuk membuktikan dugaan pelanggaran pidana dalam insiden itu.
”Tim penyidik Polda Jatim akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan peristiwa pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya,” kata Jules.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyatakan bahwa kasus tersebut kini ditangani oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Jules menyebutkan bahwa Polda Jatim menyidik kasus tersebut secara sistematis.
”Untuk dapat menemukan siapa tersangkanya, tim penyidik Polda Jatim melakukan sesuai dengan prosedur hukum atau sesuai dengan KUHAP. Itu yang sekarang sedang dilakukan,” imbuhnya.
Berdasar informasi dari penyidik, Jules menyampaikan bahwa mulai pekan depan aparat kepolisian akan memanggil sejumlah saksi. Dia memastikan pihak-pihak yang dipanggil oleh polisi memiliki kaitan dan relevansi dengan insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny. Dalam tahap penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa 17 orang saksi.
”Yang akan kami panggil lagi hanya yang dinilai memiliki relevansi langsung dengan kejadian robohnya bangunan tersebut, jadi semua akan berproses sesuai kebutuhan pembuktian,” jelas dia.
Jules memastikan, proses hukum yang dilaksanakan oleh Polda Jatim dilaksanakan secara hati-hati dan proporsional. Itu dilakukan lantaran sebagian saksi berasal dari keluarga korban yang masih berduka. Selain itu, penyidik juga berkomitmen menyampaikan informasi secara terbuka.
”Kami menghormati keluarga korban yang sedang berduka,” ujarnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
