
Ratusan Polisi Dikerahkan Kawal Evakuasi Korban Musala Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Polresta Sidoarjo mengerahkan ratusan personelnya untuk mengawal jalannya proses evakuasi dan pencarian korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran.
Sejak Kamis atau hari keempat, mereka dikerahkan untuk membantu proses pengangkatan puing-puing bangunan, termasuk mengatur arus lalu lintas dan pengamanan di berbagai titik strategis.
"Ada 208 personel tersprin dalam pengamanan proses evakuasi di Ponpes Al-Khoziny. Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas bila diperlukan," tutur Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol M Irfan, Jumat (3/10).
Pengamanan juga tidak hanya di area pondok pesantren, tetapi juga mencakup rekayasa lalu lintas demi kelancaran mobilitas alat berat dan tim penyelamat, serta memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar TKP.
Kompol Irfan dukungan penuh dari masyarakat sangat dibutuhkan agar evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dapat berjalan lancar, sehingga seluruh korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan bisa segera dievakuasi.
“Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga proses evakuasi korban dan pengangkatan material reruntuhan ini dapat segera dituntaskan oleh tim gabungan,” sambungnya.
Kronologi Singkat
Bangunan Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoaejo tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat (3/10) pukul 07.36 WIB, sebanyak 110 orang menjadi korban, dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Sementara 57 santri lainnya diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim medis dari sejumlah rumah sakit tampak stanby di sekitar lokasi. Mereka sigap memberikan pertolongan kepada korban selamat maupun keluarga.
Di antaranya Tim Medis RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Bhayangkara Polda Jatim. Tim SAR gabungan hingga kini terus berjibaku untuk mengevakuasi korban yang tertimbun.
Mengingat golden time atau batas waktu kritis sejak insiden telah berakhir pada Kamis (2/10) sekitar pukul 15.35 WIB, upacara pencarian beralih menggunakan alat berat berupa ekskavator dan crane. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
