Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.01 WIB

3 Santri Tewas Tertimpa Reruntuhan Ponpes Sidoarjo, Menag Nasaruddin: Sahid!

Menag Nasaruddin Umar menyebut tiga santri yang meninggal dalam tragedi rubuhnya bangunan ponpes di Sidoarjo, insyaallah dalam keadaan syahid. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Menag Nasaruddin Umar menyebut tiga santri yang meninggal dalam tragedi rubuhnya bangunan ponpes di Sidoarjo, insyaallah dalam keadaan syahid. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Proses evakuasi dan pencarian korban tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, masih berlangsung.

Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, sebanyak 102 orang santri menjadi korban tragedi ini.

Baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, 3 orang korban dilaporkan meninggal dunia. Kemudian 38 orang diduga masih terjebak di balik reruntuhan bangunan. 

Tiga santri yang dilaporkan meninggal dunia, Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya; Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengatakan tiga santri yang tewas dalam tragedi rubuhnya bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, wafat dalam keadaan syahid.

"Insyaallah, Iya (syahid). Ini kan tujuannya niat, apalagi anaknya ini kan anak-anak yang istilahnya masih anak kecil, malaikat-malaikat kecil yang terkubur di bawah reruntuhan tadi ya," tutur Menag Nasaruddin, Selasa (30/9).

Dikatakan Menag Nasaruddin, para santri yang terjebak dan meninggal dunia di lokasi syahid karena sedang menuntut ilmu di pondok pesantren, sehingga kepergiannya juga diyakini bagian dari syuhada. 

"InsyaAllah mudah-mudahan menjemput kita nanti di pintu surga. Semoga kepergiannya (santri yang menjadi korban tragedi bangunan rubuh) adalah syuhada. Ini memberikan pelajaran bersama," tukas Menag Nasaruddin. 

Para santri yang menjadi korban dalam tragedi ini dilarikan ke rumah sakit terdekat, yakni RSUD Notopuro Sidorajo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

Hingga Selasa malam (30/9), Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan. Mereka optimis korban dapat diselamatkan dalam keadaan selamat. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore