
Pasca Kasus Mutilasi Lidah Wetan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Perintahkan Razia Kos Campur. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi akhirnya angkat bicara mengenai fenomena living together atau kumpul kebo, yang terkuak setelah kasus mutilasi di rumah kos kawasan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.
Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam. Pihaknya akan kembali menggencarkan razia indekos untuk menekan praktek kumpul kebo dan tindakan asusila lain, yang kerap meresahkan warga.
"Makanya ini saya lagi menggugah hati warga Surabaya dengan Kampung Pancasila. Jangan cuek. Jadi, kos-kosan kalau bukan suami istri ya jangan dibiarkan. Kami akan merazia tempat-tempat seperti itu," ujar Eri, Rabu (17/9).
Ia mengajak masyarakat untuk saling peduli dengan tetangganya. Begitu juga ibu kos, diharapkan untuk mendata siapa saja orang yang sewa di indekosnya. Pastikan penghuni kos mengumpulkan identitas diri.
"Tapi nanti ada saja yang ngomong, kenapa ngurusin kos-kosan. Kalau kos yang nggak bener, nanti ada pencurian terus yang kos itu pindah, salah lagi. Kita akan lakukan razia kos di masing-masing RW," imbuhnya.
Pemkot Surabaya akan melibatkan satgas Kampung Pancasila dalam razia indekos di setiap RW di Kota Pahlawan. Ia berharap pemilik kos bisa bijak dan tidak memberlakukan kos campur. Kos putri dan kos putra dipisah.
"Kalau dicampur ya maksiatnya banyak. Makanya saya sampaikan yang jaga wilayah ini siapa, ya kita. Kalau kita ini cuek, nggak ada nilai-nilai Pancasila, ada yang kos begitu (bukan suami istri tinggal bersama), lalu dibiarkan, ya rusak Surabaya," tukas Eri.
Sebagai informasi, Polres Mojokerto berhasil membekuk Alvi Maulana, 24 tahun, warga Desa Aek Paing, Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi Pacet.
Alvi diringkus di rumah kosnya yang berada di Jalan Lidah Wetan Gang 1, Lakarsantri, Surabaya pada Minggu dini hari (7/9). Di sana, polisi menemukan ratusan potongan tubuh dan tulang korban yang disembunyikan di belakang lemari.
Kasus mutilasi Pacet terungkap setelah seorang warga setempat berinisial S menemukan potongan telapak kaki korban di jurang Jalur Pacet - Cangar, Mojokerto pada Sabtu pagi (6/9). Penemuan ini membuat geger publik.
Setelah penyelidikan lebih lanjut berdasarkan 76 potongan tubuh yang ditemukan di wilayah Pacet, Polres Mojokerto mengantongi identitas korban. Ia adalah TAS, 25 tahun, warga Made Kidul, Lamongan, Jawa Timur.
Hari ini, Satreskrim Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi di TKP. Total ada 37 reka adegan yang diperagakan oleh Alvi Maulana. Mulai dari kedatangan ke kos, melakukan mutilasi, hingga membuang potongan tubuh ke wilayah Pacet.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
