
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku menerima 15 laporan pungli dari warga. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Praktek pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) rupanya masih terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal ini dikeluhkan oleh warga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku menerima 15 laporan dari masyarakat terkait pungli, baik melalui pesan di akun Instagram pribadi maupun WhatsApp. Mayoritas soal pengurusan KK dan KTP.
"Ada sekitar 15 laporan (dugaan pungli yang saya terima). Tapi ini mau saya hubungi dulu karena tidak ada bukti, cuma hanya menyampaikan saja," ujar Wali Kota Eri di Kompleks Balai Kota, baru-baru ini.
Dari 15 laporan dugaan pungli yang diterima, nominal uang yang dilaporkan bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, hingga Rp 1,5 juta. Ia menilai praktik ini merugikan dan mencederai semangat pelayanan publik yang bersih.
"Ada (laporan dugaan pungli) yang Rp 500 ribu, ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 1,5 juta. Maka saya ingin ada buktinya, atau kalau tidak ada buktinya, dia (pelapor) mau jadi saksi," sambungnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pejabat dan pegawai di lingkup Pemkot Surabaya diminta untuk menandatangani surat pernyataan, bahwa tidak ada lagi praktik pungli di wilayah kerja mereka.
Ia menekankan jika laporan kasus pungli tersebut terbukti, sebelum adanya penandatanganan komitmen, maka sanksinya berupa pemeriksaan dan penindakan sesuai aturan.
"Kalau itu (laporan) sebelum ini (penandatangan pernyataan), kita akan sanksi sesuai dengan pemeriksaan dari inspektorat. Tapi setelah hari ini membuat surat pernyataan, langsung pecat," tegas Eri.
Selain menindak tegas ASN, Pemkot Surabaya juga memastikan akan memberi sanksi kepada pengurus RT/RW yang terbukti melakukan pungli, sebagaimana yang diatur dalam Perwali Surabaya Nomor 112 Tahun 2022.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa pengurusan adminduk di Surabaya gratis. Ini berbeda dengan iuran kampung yang sering disalahpahami. Menurutnya, iuran kampung adalah bentuk kesepakatan warga.
"Kalau dia pindah, terkait dengan KK-nya, nggak ada biaya itu (gratis). Warga Surabaya tidak boleh takut (melapor), tolong sampaikan. Tetapi warga juga jangan menghakimi, tanpa ada bukti," tukas Wali Kota Eri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022