Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 03.11 WIB

Warga Tambak Asri Surabaya Tolak Penandaan, Normalisasi Sungai Kalianak Tertunda

Petugas Pemkot Surabaya menunda penandaan bangunan terdampak normalisasi Sungai Kalianak karena ada penolakan warga. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Petugas Pemkot Surabaya menunda penandaan bangunan terdampak normalisasi Sungai Kalianak karena ada penolakan warga. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Normalisasi Sungai Kalianak tahap kedua, yang sedang dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mengalami kendala. Sejumlah warga di Tambak Asri menolak rumahnya diberi tanda.

Camat Krembangan Harun Ismail mengatakan, pada tahap kedua, pihaknya seharusnya memberikan tanda pada bangunan terdampak di wilayah RT 33/ RW 6 dan RT 9/ RW 6. Namun terjadi penolakan pada warga RT 9. 

"Di RT 9 ini ternyata ada penolakan dari warga yang meminta penundaan. Jadi tidak mungkin kami paksakan agar tidak terjadi konflik. Sementara kami tunda untuk pengukuran dan penandaannya," ujar Harun, Jumat (8/8).

Sementara di RT 33 tidak terjadi penolakan. Camat Harun menyebut sebanyak 29 bangunan terdampak di wilayah tersebut telah ditandai. Proses penandaan pun disaksikan para pemilik bangunan.

"Hari kedua penandaan normalisasi Sungai Kalianak kemarin (7/8), sebanyak 29 bangunan di RT 33 telah diukur dan diberi tanda, dengan prosesnya disaksikan oleh para pemilik bangunan," sambung Harun Ismail

​Terkait penolakan dari warga RT 9, Harun menyatakan, pihaknya akan membahas penundaan ini lebih lanjut bersama tim normalisasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. 

"Kami rembukan dulu dengan tim normalisasi, sambil kami laporkan kepada bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) melalui Pak Asisten I. Kami akan terus meyakinkan warga bahwa protes dapat diterima jika didukung oleh data," terang Harun Ismail.

Normalisasi Sungai Kalianak merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk menanggulangi bencana banjir yang kerap melanda Kecamatan Krembangan dan Asemrowo.

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Dwi Hargianto menyatakan bahwa normalisasi harus terus berjalan.

​"​Apabila warga memiliki data valid, kami terbuka untuk beradu data. Jika tidak, kami akan terus melakukan pendekatan persuasif untuk memberi pengertian. Artinya tahap kedua sampai seterusnya harus tetap berjalan," tukas Dwi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore