Surat pemberitahuan Pemerintah Desa Donowarih (kiri) dan tangakapan layar kolom komentar unggahan Instagram Desa Donowarih. (Istimewa)
JawaPos.com - Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono buka suara terkait surat pemberitahuan karnaval Sound Horeg, yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.
Menurutnya, tidak ada yang salah dengan isi surat pemberitahuan yang dikeluarkan Pemerintah Desa Donowarih. Penggunaan Sound Horeg dalam karnaval pun atas permintaan dan telah disetujui warga setempat.
"Padahal surat pemberitahuan saya itu redaksinya benar, kenapa kok ditulisnya warga disuruh 'ngungsi'. Nah itu saya sangat tersinggung sebagai pemerintah desa," tutur Ary kepada JawaPos.com, Kamis (24/7).
Sebagai informasi, Pemerintah Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang menerbitkan Surat Pemberitahuan nomor Pem400/125/35.07.23.2008/2025.
Surat tersebut berisi imbauan warga menjaga jarak selama Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 berlangsung. Terutama bagi warga yang memiliki bayi, anak kecil, anggota keluarga yang sedang sakit, atau lansia.
"Sehubungan dengan kegiatan ini, kami mengimbau seluruh warga yang tinggal di sekitar Jalan Raya Donowarih, agar menjaga jarak dari lokasi kegiatan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat sound system yang akan digunakan cukup keras (Sound Horeg)," tertulis dalam surat pemberitahuan.
Ary menyoroti diksi "ngungsi" dalam unggahan yang beredar luar di media sosial. Padahal dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Pemerintah Desa Donowarih, tidak ada diksi tersebut.
"Lihat surat surat desa kami, itu ada gak kata ngungsi? Nggak ada. Kalau ngungsi itu maknanya identik dengan bencana. Padahal kan ini (surat pemberitahuan) sebagai representasi desa yang peduli dengan masyarakat," imbuh Ary.
Bukan cuma dengan surat pemberitahuan, Ary selaku Ketua Panitia Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 mengklaim pihaknya telah mengumumkan kegiatan melalui mobil keliling jauh-jauh hari.
"Jadi nggak mendadak, sebenarnya masyarakat kan sudah tahu kalau kegiatan itu akan diselenggarakan. Karnaval ini kegiatan 2 tahun sekali dan ini penyelenggaraan kelima," terang Sekdes Desa Donowarih ini.
Sound horeg sendiri telah meramaikan Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet sejak volume ke-3 atas permintaan warga. Ary menegaskan bahwa pemerintah desa bertugas memfasilitasi keinginan masyarakat.
"Kita sudah sampaikan Fatwa MUI dan imbauan Polda Jatim, tetapi masyarakat tetap menghendaki karnaval pakai sound horeg, iya kalau pemerintah desa yang membiayai, wong itu (karnaval) swadaya masyarakat 100 persen, kita kan pelayan masyarakat," tukas Ary. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
