Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 02.27 WIB

Ramai Soal Surat Karnaval Sound Horeg di Malang, Sekdes Donowarih: Itu Aspirasi Warga!

Surat pemberitahuan Pemerintah Desa Donowarih (kiri) dan tangakapan layar kolom komentar unggahan Instagram Desa Donowarih. (Istimewa)

JawaPos.com - Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono buka suara terkait surat pemberitahuan karnaval Sound Horeg, yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan isi surat pemberitahuan yang dikeluarkan Pemerintah Desa Donowarih. Penggunaan Sound Horeg dalam karnaval pun atas permintaan dan telah disetujui warga setempat.

"Padahal surat pemberitahuan saya itu redaksinya benar, kenapa kok ditulisnya warga disuruh 'ngungsi'. Nah itu saya sangat tersinggung sebagai pemerintah desa," tutur Ary kepada JawaPos.com, Kamis (24/7).

Sebagai informasi, Pemerintah Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang menerbitkan Surat Pemberitahuan nomor Pem400/125/35.07.23.2008/2025.

Surat tersebut berisi imbauan warga menjaga jarak selama Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 berlangsung. Terutama bagi warga yang memiliki bayi, anak kecil, anggota keluarga yang sedang sakit, atau lansia. 

"Sehubungan dengan kegiatan ini, kami mengimbau seluruh warga yang tinggal di sekitar Jalan Raya Donowarih, agar menjaga jarak dari lokasi kegiatan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat sound system yang akan digunakan cukup keras (Sound Horeg)," tertulis dalam surat pemberitahuan.

Ary menyoroti diksi "ngungsi" dalam unggahan yang beredar luar di media sosial. Padahal dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Pemerintah Desa Donowarih, tidak ada diksi tersebut.

"Lihat surat surat desa kami, itu ada gak kata ngungsi? Nggak ada. Kalau ngungsi itu maknanya identik dengan bencana. Padahal kan ini (surat pemberitahuan) sebagai representasi desa yang peduli dengan masyarakat," imbuh Ary.

Bukan cuma dengan surat pemberitahuan, Ary selaku Ketua Panitia Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 mengklaim pihaknya telah mengumumkan kegiatan melalui mobil keliling jauh-jauh hari. 

"Jadi nggak mendadak, sebenarnya masyarakat kan sudah tahu kalau kegiatan itu akan diselenggarakan. Karnaval ini kegiatan 2 tahun sekali dan ini penyelenggaraan kelima," terang Sekdes Desa Donowarih ini.

Sound horeg sendiri telah meramaikan Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet sejak volume ke-3 atas permintaan warga. Ary menegaskan bahwa pemerintah desa bertugas memfasilitasi keinginan masyarakat.

"Kita sudah sampaikan Fatwa MUI dan imbauan Polda Jatim, tetapi masyarakat tetap menghendaki karnaval pakai sound horeg, iya kalau pemerintah desa yang membiayai, wong itu (karnaval) swadaya masyarakat 100 persen, kita kan pelayan masyarakat," tukas Ary. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore