Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 06.42 WIB

Alasan Mbah Fatimah, Lansia Surabaya yang Dititipkan Empat Anak Kandungnya ke Panti Jompo

Lansia asal Surabaya Fatimah yang dititipkan empat anak kandung ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang. (Tangkapan unggahan Instagram @ariefcamra) - Image

Lansia asal Surabaya Fatimah yang dititipkan empat anak kandung ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang. (Tangkapan unggahan Instagram @ariefcamra)

JawaPos.com-Setelah Nasikah, nama Siti Fatimah mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Dia adalah lansia asal Surabaya yang dititipkan empat anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.

Kisah pilu ini pertama kali dibagikan Ketua Yayasan Griya Lansia Arief Camra ke beberapa media sosial, termasuk Instagram. Dalam video berdurasi kurang dari 5 menit itu, Arief membagikan proses menjemput Fatimah.

"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis (17/7).

Hingga Kamis (17/7) malam, unggahan Instagram @ariefcamra tentang proses penjemputan Mbah Fatimah telah disukai lebih dari 88 ribu akun, serta dikomentari 46,1 ribu akun.

Dalam kolom komentar, tidak sedikit warganet yang mengecam tindakan anak kandung Mbah Fatimah.

"Kasus kemarin malah jadi inspirasi ya bagi mereka. Hilang sudah surgamu," tulis salah satu akun dalam kolom komentar.

Sebelum benar-benar membawa Mbah Fatimah, Arief bertemu dengan Lukman Arif, 39, anak kedua Mbak Fatimah di kediamannya, Jalan Perlis Selatan, Pabean Cantian, Surabaya pada Selasa (15/7).

"Dari cerita, sampean (kamu) kan 4 bersaudara, masa tidak ada yang mau ngeramut (merawat) ibunya," tanya Arief kepada anak kedua Mbah Fatimah tersebut.

Lukman pun mengangguk, membenarkan bahwa dia empat bersaudara, yakni 3 laki-laki dan satu anak perempuan. Anak pertama bernama Faisal, anak kedua adalah dirinya, anak ketiga adalah perempuan bernama Warda, dan terakhir Robet.

"Nggih, Nggak ada (yang merawat Mbah Fatimah), kondisi saya lagi nggak punya rumah, sedangkan anak yang perempuan di luar pulau. Anak terakhir, terus terang ada masalah di kepolisian," ujar Lukman dengan nada lirih.

Arief mengatakan Griya Lansia yang dia kelola sebenarnya khusus untuk merawat lansia sebatang kara atau sudah tak punya keluarga. Namun, mediasi berjalan buntu dan anak Fatimah saling lempar tanggung jawab.  

"Tetapi berhubung 4 anak ini tidak menemukan titik temu, saya siap merawat, dengan catatan serah terima total, sampean (kamu) nggak boleh mengunjungi dan tidak dikabari saat (sang ibu) meninggal," seru Arief.

Lukman pun hanya berdiri dan mengangguk pasrah. Dia menyetujui persyaratan yang diberikan Arief Camra demi sang ibu bisa mendapat perawatan lebih baik. "Setuju," sahut Lukman sambil menunduk.

Arief memastikan bahwa Mbah Fatimah akan mendapatkan perawatan yang baik di Griya Lansia. Layanan mereka pun tidak dipungut biaya. Namun ada konsekuensi tak tertulis selain tidak boleh menjenguk sang ibu.

"Sampean nanti kalau ada ramai-ramai di medsos, tidak boleh protes ke saya, karena di Griya Lansia ini terbuka, mulai dari mendapatkan lansia, merawatnya, sampai menguburkan, kita sampaikan apa adanya," tukas Arief.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore