
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada anak sekolah. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dede Nasrullah, mengapresiasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah, yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, Pemeriksaan Kesehatan Gratis sangat relevan karena fokus pada deteksi dini. Termasuk perhatian terhadap kesehatan jiwa pelajar, yang selama ini kerap luput dari pemantauan.
“Dengan pendekatan promotif-preventif, kita bisa mengetahui lebih awal masalah kesehatan pada anak usia sekolah, sehingga dapat dilakukan intervensi sebelum menjadi persoalan serius,” tutur Dede di Surabaya, Rabu (9/7).
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya itu menyoroti banyaknya kasus gangguan mental pada anak dan remaja di sekolah yang belum teridentifikasi, meskipun prevalensinya tergolong tinggi di lingkungan pendidikan.
“Kesuksesan program ini bergantung pada manajemen pelaksanaan. Perlu ada sistem pengelolaan yang matang, apalagi di kota-kota besar seperti Surabaya yang memiliki jumlah sekolah sangat banyak," imbuhnya.
Prinsipnya harus no one left behind. Dalam artian semua anak, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, berhak mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis dan berkualitas.
Dede berharap program Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada anak sekolah, dapat menjangkau seluruh jenjang pendidikan tanpa terkecuali, serta mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian yang masih terjadi di kalangan pelajar.
“Jika dikelola dengan tepat, program ini dapat menjadi pijakan penting dalam mempercepat pembangunan kesehatan nasional dan menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” tukas Dede.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk sekolah di bawah Kemendikdas dan Kemenag akan dimulai pada tahun ajaran baru.
Targetnya, ada lebih dari 52 juta siswa, baik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat yang tersebar di 282 ribu sekolah. Adapun pelaksanaannya difokuskan di lingkungan sekolah dan Puskesmas.
“Jika nanti ditemukan murid yang kurang sehat, maka akan dilakukan tata laksana atau perawatan agar murid tersebut tetap sehat. Ini program besar yang dilakukan pemerintah, karena targetnya 280 juta orang. Tahun ini target kita 50 jutaan dulu,” tutur Budi di Jakarta, baru-baru ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
