
Ilustrasi Sound Horeg. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Sound Horeg kembali ramai diperbincangkan setelah salah satu pondok pesantren di Pasuruan, Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram pada audio rakitan tersebut.
Suara menggelegar dari Sound Horeg dinilai terlalu bising dan mengganggu. Sebagian masyarakat mendukung pelarangan ini karena berisiko merusak kesehatan pendengaran manusia. Benarkah demikian?
Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Gina Noor Djalilah menyebut tingkat suara yang dihasilkan Sound Horeg bisa mencapai 120–135 desibel (dB), jauh melebihi ambang batas aman bagi telinga manusia.
"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan tingkat kebisingan tidak lebih dari 70 dB. Suara (yang dihasilkan) sound horeg jauh melampaui batas itu," ujar Gina di Surabaya, Minggu (6/7).
Paparan suara keras dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel rambut halus di koklea, yakni bagian dalam telinga yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak.
Kerusakan ini bersifat irreversible karena sel-sel tidak dapat tumbuh kembali. "Awalnya mungkin hanya terasa sulit mendengar percakapan di tengah keramaian. Namun jika terus terpapar, bisa berujung pada ketulian," imbuhnya.
Tak hanya kehilangan pendengaran, suara bising dari sound horeg juga bisa menyebabkan tinnitus (dengingan terus menerus di telinga), hiperakusis (sensitivitas berlebih terhadap suara), hingga risiko pecahnya gendang telinga.
"Paparan bising kronis bisa memicu lonjakan hormon stres, dan dalam jangka panjang berdampak ke kondisi fisik maupun mental," seru Dosen di Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya.
Gina mengimbau untuk waspada terhadap suara bising. Beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan: menjauh dari sumber suara, memakai pelindung telinga, dan memberi jeda istirahat setelah terpapar kebisingan.
“Jika muncul gejala seperti telinga berdenging, nyeri, atau penurunan kemampuan mendengar setelah terpapar suara keras, sebaiknya segera periksa ke dokter THT. Jangan tunggu sampai terlambat,” tukasnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
