Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 16.08 WIB

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Jasa Raharja Pastikan Santunan untuk Korban

Kondisi penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Kamis (3/7), yang dipenuhi ambulans dan keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Radar Banyuwangi) - Image

Kondisi penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Kamis (3/7), yang dipenuhi ambulans dan keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Radar Banyuwangi)

JawaPos.com-Insiden tragis tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis (3/7) pukul 00.16 wita, menjadi perbincangan serius di masyarakat.

Pasalnya saat insiden terjadi, kapal tipe Landing Craft Tank (LCT) atau Ro-Ro Passenger Ferry ini sedang membawa 65 orang. Terdiri atas 43 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK). Termasuk 22 kendaraan juga berada di kapal.

Plt Direktur Utama Jasa Raharja Rubi Handojo langsung menerjunkan tim ke lapangan. Hal guna memastikan korban yang tercatat dalam manifest menerima hak perlindungan.

“Kami mengerahkan petugas ke rumah sakit tempat korban dirawat dan ke rumah keluarga korban meninggal dunia guna mempercepat proses penyerahan santunan,” ujar Rubi Handojo dalam keterangannya, Kamis (3/7).

Rubi memastikan seluruh korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, yang tercatat dalam manifest akan menerima santunan sesuai UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum. Besaran santunan yang akan diberikan kepada korban kecelakaan transportasi umum di darat, laut, dan udara, diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 15 Tahun 2017.

Dalam regulasi tersebut, korban meninggal akan mendapat santunan senilai Rp 50 juta yang diberikan kepada ahli waris. Sementara korban luka-luka akan mendapat biaya perawatan senilai Rp 20 juta.

Selain itu, biaya pertolongan pertama (P3K) senilai Rp 1 juta dan layanan ambulans senilai Rp 500 ribu juga dijamin oleh Jasa Raharja.

Kronologi singkat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 wita. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 wita, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.

Tim SAR gabungan yang terdiri Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, Syahbandar, Polairud, BPBD, BMKG, TNI AL, hingga Satbrimob, melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi kapal karam.

Proses evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak kapal KMP Tunu Pratama Jaya masih terus dilakukan demi memastikan seluruhnya mendapatkan pertolongan yang diperlukan. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore