
Kondisi penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Kamis (3/7), yang dipenuhi ambulans dan keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Radar Banyuwangi)
JawaPos.com-Insiden tragis tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis (3/7) pukul 00.16 wita, menjadi perbincangan serius di masyarakat.
Pasalnya saat insiden terjadi, kapal tipe Landing Craft Tank (LCT) atau Ro-Ro Passenger Ferry ini sedang membawa 65 orang. Terdiri atas 43 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK). Termasuk 22 kendaraan juga berada di kapal.
Plt Direktur Utama Jasa Raharja Rubi Handojo langsung menerjunkan tim ke lapangan. Hal guna memastikan korban yang tercatat dalam manifest menerima hak perlindungan.
“Kami mengerahkan petugas ke rumah sakit tempat korban dirawat dan ke rumah keluarga korban meninggal dunia guna mempercepat proses penyerahan santunan,” ujar Rubi Handojo dalam keterangannya, Kamis (3/7).
Rubi memastikan seluruh korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, yang tercatat dalam manifest akan menerima santunan sesuai UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum. Besaran santunan yang akan diberikan kepada korban kecelakaan transportasi umum di darat, laut, dan udara, diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 15 Tahun 2017.
Dalam regulasi tersebut, korban meninggal akan mendapat santunan senilai Rp 50 juta yang diberikan kepada ahli waris. Sementara korban luka-luka akan mendapat biaya perawatan senilai Rp 20 juta.
Selain itu, biaya pertolongan pertama (P3K) senilai Rp 1 juta dan layanan ambulans senilai Rp 500 ribu juga dijamin oleh Jasa Raharja.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 wita. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 wita, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Tim SAR gabungan yang terdiri Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, Syahbandar, Polairud, BPBD, BMKG, TNI AL, hingga Satbrimob, melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi kapal karam.
Proses evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak kapal KMP Tunu Pratama Jaya masih terus dilakukan demi memastikan seluruhnya mendapatkan pertolongan yang diperlukan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
