Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 01.01 WIB

Pemkot Surabaya Buka Akses Kuliah Gratis lewat Omah Ilmu Arek Suroboyo

Mahasiswa yang menerima program 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana dari Pemkot Surabaya untuk kuliah gratis. (Pemkot Surabaya). - Image

Mahasiswa yang menerima program 1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana dari Pemkot Surabaya untuk kuliah gratis. (Pemkot Surabaya).

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi warganya. Melalui program "1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana" yang menjadi bagian dari Omah Ilmu Arek Suroboyo, Pemkot memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kuliah secara gratis.

Program yang diluncurkan sejak Agustus 2024 ini tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga membekali peserta dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari tempat tinggal, transportasi, hingga pengembangan diri.

Salah satu penerima manfaat, Zadvara Dima Al Dzaky, kini menjalani studi D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya. Anak seorang pelayan toko itu mendapatkan beasiswa penuh setelah direkomendasikan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

"Saya sangat bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Pendidikan ini sangat berharga untuk masa depan saya," ujar Zaky.

Selain fokus pada akademik, Zaky juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di Omah Ilmu Arek Suroboyo, seperti kursus bahasa Inggris, fotografi, hingga olahraga tinju.

"Di sini kami diajak mengasah kemampuan lain, tidak hanya belajar di kampus," tambahnya.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Retno Ayu Maharani (19), alumni SMKN 20 Surabaya. Lewat program ini, Retno kini menempuh kuliah D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah, meski sebelumnya sempat pesimis bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

"Awalnya sulit membayangkan bisa kuliah. Tapi dengan adanya program ini, saya benar-benar merasa terbantu," ucap Retno.

Retno yang sudah delapan bulan tinggal di asrama Omah Ilmu Arek Suroboyo menceritakan rutinitasnya. Mulai dari salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, hingga dijemput bus untuk berangkat kuliah. Kebutuhan sehari-hari seperti makan, perlengkapan belajar, dan transportasi juga difasilitasi oleh Pemkot.

"Semua kebutuhan kuliah kami disiapkan, termasuk seragam dan alat belajar," imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Rizky Saputra Subroto (19) baru akan memulai kuliah tahun ini setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Airlangga (Unair) jurusan S1 Ekonomi Syariah.

Sejak usia 7 tahun, Rizky sudah dalam binaan Pemkot Surabaya setelah mengalami masalah keluarga. Ia menempuh pendidikan di Kampung Anak Negeri Wonorejo dan kini melanjutkan ke Omah Ilmu Arek Suroboyo untuk persiapan kuliah.

"Pemkot sudah mendampingi saya sejak kecil. Saya berharap semakin banyak anak-anak yang dibantu seperti saya," kata Rizky.

Dengan program ini, Pemkot Surabaya membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan lagi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Anak-anak Surabaya didorong untuk bermimpi besar dan mengubah masa depan mereka melalui pendidikan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore