
Rektor PCU, Prof. Djwantoro bersama Gunawan Tanuwidjaja (kanan) saat mendampingi peserta disabilitas dalam mempraktikkan penggunaan Envision AI. (PCU).
JawaPos.com — Upaya memperluas akses teknologi bagi penyandang disabilitas terus digencarkan. Salah satunya dilakukan Petra Christian University (PCU) yang menggelar workshop bertema “Menuju Masa Depan yang Inklusif: Workshop Artificial Intelligence (AI) bagi Orang dengan Disabilitas untuk Pendidikan dan Pekerjaan”, Kamis (24/4).
Bertempat di Gedung Radius Prawiro, Kampus PCU, kegiatan ini mempertemukan sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa lintas program studi, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), serta perwakilan dari sejumlah dinas dan lembaga terkait. Sebanyak 37 mahasiswa yang hadir merupakan peserta mata kuliah Disability Studies and Empowerment.
Workshop ini digelar di bawah koordinasi Departemen Mata Kuliah Umum PCU dan didukung oleh Perpustakaan PCU. Gunawan Tanuwidjaja, dosen pengampu mata kuliah tersebut, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pembelajaran langsung sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap masyarakat disabilitas.
“Melalui workshop ini, para peserta dikenalkan pada teknologi kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka,” ujar Gunawan.
Peserta diajak mencoba berbagai aplikasi AI seperti Envision AI, yang memungkinkan tunanetra membaca teks dari buku, papan tulis, atau layar digital. Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan ChatGPT untuk merangkai cerita secara interaktif.
“Banyak dari mereka yang belum pernah mengenal teknologi seperti ini sebelumnya. Workshop ini jadi ruang belajar baru yang lebih praktis dan memberdayakan,” tambahnya.
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Eka Prastama Widiyanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini sebagai langkah penting untuk membuka peluang inklusi yang lebih luas, terutama dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
“AI bisa menjadi jembatan yang menyetarakan akses informasi dan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Kami di KND sangat mendukung inisiatif semacam ini,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PCU, KND, sejumlah LSM, dan sekolah-sekolah disabilitas. Eka menyebut kerja sama ini sejalan dengan program literasi digital yang sedang dikembangkan KND bersama mitra internasional seperti BENETECH.
Lewat kegiatan ini, PCU mempertegas komitmennya untuk mendukung gerakan Surabaya sebagai kota inklusif—di mana teknologi bukan hanya hak bagi sebagian, tetapi bisa diakses oleh semua, termasuk penyandang disabilitas.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
