Ilustrasi kesurupan (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Jawa Pos Radar Bali)
JawaPos.com-Puluhan mahasiswa dari salah satu kampus negeri di Surabaya menggelar pengabdian masyarakat di kampung tengah hutan di Tuban. Berangkat penuh riang gembira. Pulang dengan memendam sepenggal trauma.
FIRMAN sejak pagi buta telah mengemas segenap perbekalan yang akan dibawanya untuk mengikuti program pengabdian masyarakat. Sebagai mahasiswa baru dari sebuah kampus ternama di ibukota Jawa Timur, dia sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pria berambut gondrong khas abang-abangan kiri itu telah membayangkan dirinya bercengkerama di tengah masyarakat untuk bertukar gagasan dan pengalaman.
Bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, Firman menjejakkan kaki di desa tujuan pada saat menjelang tengah malam. Sebuah kampung yang berlokasi di kawasan tengah hutan di Bumi Ronggolawe. Dengan mayoritas rumah penduduk masih berlantaikan tanah serta berdinding kayu. Suara dengkuran burung hantu saling bersahutan dengan lolongan anjing hutan.
Sebagai lokasi penginapan mereka ditawari sebuah rumah yang telah lama kosong milik sesepuh desa setempat. Dengan lembut sesepuh desa tersebut berpesan, agar tidak bertindak menyalahi norma selama menjalankan kegiatan. ”Dipesani juga kalau ada yang ganggu anggap saja pengen kenalan. Sama harus hati-hati jaga sikap. Terutama bagi yang lagi datang bulan,” ungkapnya.
Berbekal pesan tersebut para mahasiswa relatif tenang menjalani kegiatan selama seminggu kemudian. Kendati tiap malam nyaris selalu ada gangguan-gangguan kecil. Seperti ketukan pada pintu atau bunyi tawa lirih yang sepintas muncul lalu tenggelam. ”Kami nganggapnya ya pengen kenalan saja,” tutur mahasiswa asal Jombang tersebut.
Kegiatan demi kegiatan seperti mengajar di sekolah, kerja bakti bersih desa, hingga sosialisasi kesehatan silih berganti dikerjakan. Meskipun ketukan dan tawa lirih tetap menghiasi pada malam hari hingga kegiatan mencapai penghujung acara. Pada malam jelang perpisahan, kelompok pengabdian masyarakat tersebut sepakat untuk menggelar syukuran bersama dengan warga di lapangan desa.
”Pas baru selesai doa mau makan bareng-bareng itu tiba-tiba ada salah satu teman perempuan yang kerasukan,” paparnya. Teman perempuannya tersebut ternyata diketahui sedang datang bulan. Seraya berbicara meracau mahasiswi itu terus bertingkah histeris dengan pandangan menyapu segenap orang-orang di sekelilingnya. Bak efek karambol, insiden kesurupan tersebut berdampak pada mahasiswi lainnya.
”Awalnya yang kena cuma yang lagi datang bulan. Tapi lama kelamaan menyebar ke teman-teman perempuan lainnya,” imbuh Firman. Dari sebagian kecil, pengidap kesurupan merembet hingga hampir semua mahasiswi mengalaminya. Sementara malam semakin larut kian menambah kesan mencekam.
Desa yang semula hening itu tiba-tiba tumpah dengan keriuhan jeritan dari para mahasiswi yang kesurupan. Satu per satu sesepuh desa hingga tokoh ulama didatangkan untuk mengurai insiden kesurupan. Bersamaan dengan itu, mahasiswa laki-laki tak henti-hentinya membaca ayat suci untuk meredakan suasana yang kian terasa mengerikan.
Beragam jenis doa ditebarkan oleh para pemuka agama untuk menghentikan teror kesurupan tersebut. Kegaduhan mistis itu baru mereda menjelang azan subuh berkumandang. Dengan semua mahasiswi berangsur pulih dari kesurupan secara berkala. ”Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan untuk pulang secara utuh. Tapi sejak itu saya lebih berhati-hati kalau ada kegiatan di luar kota,” terang Firman mengenang kejadian tersebut. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
