Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 19.30 WIB

Stok Darah Aman Meski Jumlah Pendonor Turun 30 Persen saat Ramadan, Rhesus Negatif Tetap Langka

Pendonor saat melakukan donor darah di UDD PMI Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com). - Image

Pendonor saat melakukan donor darah di UDD PMI Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com).

JawaPos.com – Selama bulan Ramadan 2025, kegiatan donor darah di Surabaya mengalami penurunan signifikan. Data dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya mencatat, jumlah pendonor menurun hingga 30 persen dibanding hari biasa.

Kepala Pelayanan dan Humas UTD PMI Surabaya, dr. Wandai Rasotedja, menjelaskan bahwa tren ini terjadi karena banyak pendonor maupun lembaga yang menunda kegiatan donor selama puasa dan libur Lebaran. “Penurunan ini dipicu oleh waktu kegiatan sosial yang terbatas serta kekhawatiran masyarakat akan kondisi tubuh saat donor dalam keadaan berpuasa,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Meski begitu, stok darah di Surabaya dipastikan tetap aman. Per 15 April, ketersediaan kantong darah jenis PRC (packed red cell) cukup memadai: golongan A tersedia 200 kantong, AB 80 kantong, B dan O masing-masing 400 kantong. “Tidak ada golongan darah yang berada di titik kritis,” tegas Wandai.

PMI mengakui bahwa antusiasme masyarakat untuk berdonor selama puasa sebenarnya masih tinggi. Hanya saja, mitos seperti takut lemas dan pingsan masih menjadi momok yang menghambat. Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI tetap menjalankan program donor keliling, termasuk ke ruang publik dan rumah ibadah.

Selain itu, penyuluhan aktif dilakukan melalui media sosial, media elektronik, hingga datang langsung ke sekolah dan kampus. “Kami juga buka setiap hari, termasuk saat libur, jadi masyarakat bisa langsung datang ke kantor UTD PMI Surabaya,” imbuh Wandai.

Rata-rata, PMI menerima sekitar 350 pendonor per hari. Sementara kebutuhan darah dari rumah sakit mencapai 200 kantong per hari. Permintaan pun masih tergolong stabil, tanpa lonjakan signifikan usai Lebaran.

Meski stok secara umum mencukupi, ada satu jenis darah yang tetap jadi tantangan untuk dicari: golongan darah rhesus negatif. Menurut Wandai, permintaan golongan ini memang tidak sebanyak golongan umum, tetapi stoknya sangat terbatas karena jumlah pendonornya yang langka.

“Rhesus negatif memang selalu jadi PR tersendiri karena populasinya kecil. Sementara kebutuhan bisa datang sewaktu-waktu, seperti untuk pasien cuci darah atau yang punya kadar Hb rendah,” katanya.

Ke depan, PMI akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya donor darah, baik di bulan puasa maupun setelahnya. Harapannya, makin banyak masyarakat yang tidak ragu untuk berbagi kehidupan lewat setetes darah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore