
Pendonor saat melakukan donor darah di UDD PMI Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com).
JawaPos.com – Selama bulan Ramadan 2025, kegiatan donor darah di Surabaya mengalami penurunan signifikan. Data dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya mencatat, jumlah pendonor menurun hingga 30 persen dibanding hari biasa.
Kepala Pelayanan dan Humas UTD PMI Surabaya, dr. Wandai Rasotedja, menjelaskan bahwa tren ini terjadi karena banyak pendonor maupun lembaga yang menunda kegiatan donor selama puasa dan libur Lebaran. “Penurunan ini dipicu oleh waktu kegiatan sosial yang terbatas serta kekhawatiran masyarakat akan kondisi tubuh saat donor dalam keadaan berpuasa,” ujarnya kepada JawaPos.com.
Meski begitu, stok darah di Surabaya dipastikan tetap aman. Per 15 April, ketersediaan kantong darah jenis PRC (packed red cell) cukup memadai: golongan A tersedia 200 kantong, AB 80 kantong, B dan O masing-masing 400 kantong. “Tidak ada golongan darah yang berada di titik kritis,” tegas Wandai.
PMI mengakui bahwa antusiasme masyarakat untuk berdonor selama puasa sebenarnya masih tinggi. Hanya saja, mitos seperti takut lemas dan pingsan masih menjadi momok yang menghambat. Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI tetap menjalankan program donor keliling, termasuk ke ruang publik dan rumah ibadah.
Selain itu, penyuluhan aktif dilakukan melalui media sosial, media elektronik, hingga datang langsung ke sekolah dan kampus. “Kami juga buka setiap hari, termasuk saat libur, jadi masyarakat bisa langsung datang ke kantor UTD PMI Surabaya,” imbuh Wandai.
Rata-rata, PMI menerima sekitar 350 pendonor per hari. Sementara kebutuhan darah dari rumah sakit mencapai 200 kantong per hari. Permintaan pun masih tergolong stabil, tanpa lonjakan signifikan usai Lebaran.
Meski stok secara umum mencukupi, ada satu jenis darah yang tetap jadi tantangan untuk dicari: golongan darah rhesus negatif. Menurut Wandai, permintaan golongan ini memang tidak sebanyak golongan umum, tetapi stoknya sangat terbatas karena jumlah pendonornya yang langka.
“Rhesus negatif memang selalu jadi PR tersendiri karena populasinya kecil. Sementara kebutuhan bisa datang sewaktu-waktu, seperti untuk pasien cuci darah atau yang punya kadar Hb rendah,” katanya.
Ke depan, PMI akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya donor darah, baik di bulan puasa maupun setelahnya. Harapannya, makin banyak masyarakat yang tidak ragu untuk berbagi kehidupan lewat setetes darah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
