Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 00.41 WIB

Waspada! Surabaya Selatan Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang dan Potensi Hujan Es Selama Tiga Hari ke Depan

Cuaca ekstrem di Surabaya, adanya potensi hujan es selama tiga hari ke depan, warga diminta waspada. (Riana Setiawan / Jawa Pos) - Image

Cuaca ekstrem di Surabaya, adanya potensi hujan es selama tiga hari ke depan, warga diminta waspada. (Riana Setiawan / Jawa Pos)

JawaPos.com – Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan Surabaya Selatan pada Rabu (10/4) sore. Hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur sejumlah titik dan diperkirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba ini.

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi menjelaskan, bahwa Surabaya saat ini sedang berada dalam masa peralihan musim, dari penghujan menuju kemarau. Kondisi tersebut membuat atmosfer menjadi labil dan memicu cuaca ekstrem.

“Saat ini wilayah Surabaya memang sedang memasuki pancaroba. Ini menjadi salah satu penyebab hujan deras yang disertai angin kencang belakangan ini,” terang Rendy saat dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (10/4).

Tak hanya itu, Rendy mengungkapkan adanya pengaruh dari sirkulasi tekanan rendah di sekitar wilayah Nusa Tenggara. Fenomena tersebut memicu meningkatnya suplai uap air di atmosfer, sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan-awan hujan berintensitas tinggi. “Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang cukup masif,” tambahnya.

Suhu udara di Surabaya saat ini tercatat berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius.

Menurut Rendy, potensi hujan deras di Surabaya Selatan masih cukup tinggi dalam tiga hari ke depan. Cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di antaranya adalah angin kencang, hujan lebat yang dapat memicu genangan, hingga potensi hujan es dan angin puting beliung. “Warga perlu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir atau genangan,” katanya.

Selain itu, masyarakat yang tengah beraktivitas di luar ruangan atau berkendara diimbau agar lebih berhati-hati. “Saat hujan lebat, jarak pandang berkurang drastis. Ini bisa membahayakan pengendara, jadi kami sarankan untuk lebih berhati-hati,” lanjut Rendy.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat untuk rutin mengecek informasi prakiraan cuaca terkini. Kewaspadaan sangat diperlukan agar risiko akibat cuaca ekstrem bisa diminimalisasi. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore