Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 17.56 WIB

Pergi ke Tambak, Petambak Tewas Tersambar Kereta

Anggota Polsek Duduksampeyan mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Kota Pudak. (Ludry Argo Wisnu Prayoga/Jawa Pos) - Image

Anggota Polsek Duduksampeyan mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Kota Pudak. (Ludry Argo Wisnu Prayoga/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api (KA) kembali terjadi di wilayah Kota Pudak. Pagi Rabu (9/4), seorang petambak meregang nyawa setelah tersambar KA Pandalungan. Kejadian tersebut kian menambah daftar panjang korban jiwa yang beraktifitas di sekitar jalur KA. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 4.52 WIB, tepatnya di jalur rel KM 201+0/1 Kecamatan Duduksampeyan. Saat itu, KA dengan rangkaian 11 gerbong itu melaju dari arah barat menuju Surabaya. Di waktu bersamaan, korban Ahmad Muslik berjalan di tepian rel. "Dari informasi pihak keluarga, korban hendak beraktifitas di tambak miliknya," ungkap Kapolsek Duduksampeyan AKP Hendrawan.

Laju kereta yang cepat tidak disadari pria 55 tahun itu. Hingga akhirnya tubuh warga Desa Petisbenem Kecamatan Duduksampeyan itu tersambar gerbong KA hingga jatuh terpelanting sekitar 10 meter. "Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, akibat luka parah pada bagian kepala," ujarnya. 

Jasad korban sempat dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina untuk proses otopsi. Meski demikian, pihak keluarga telah bersepakat untuk segera melakukan proses pemakaman. "Menerima peristiwa tersebut sebagai musibah karena kelalaian korban," tandas Hendrawan. 

Peristiwa KA menyambar warga bukan kali pertama terjadi di Kota Pudak. Jawa Pos mencatat, selama 2024 telah terjadi peristiwa 4 peristiwa serupa. Khususnya disepanjang jalur KA wilayah Duduksampeyan, Cerme, dan Menganti.

"Kami juga terus menyiagakan personil pads titik lintasan yang padat. Baik di wilayah Kecamatan Cerme maupun Duduksampeyan," ungkap Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro.

Selain itu, Korps Bhayangkara juga memasang spanduk dan banner sebagai upaya pencegahan. Agar para pengemudi kendaraan bermotor tidak menerobos lintasan saat hendak dilalui kereta api. "Sangat berbahaya karena bisa tergelincir. Bahkan bisa memicu kemacetan dan kecelakaan," tuturnya. 

Demikian halnya dengan aktifitas berkendara di jalan raya. Angka kecelakaan terbilang tinggi, khususnya melibatkan pengendara sepeda motor yang berusia di bawah umur. "Faktor kelalaian pengendara menjadi penyebab kecelakaan paling tinggi. Sehingga orang tua wajib membatasi aktifitas putra-putrinya," jelasnya. (yog) 

Peristiwa warga tersambar KA selama 2024

  •  Lansia 58 tahun bernama M. Rofi tewas setelah tersambar kereta api (KA) Surabaya-Gambir pada 5 Juni. Tepatnya disekitar perlintasan Desa Cagakagung Kecamatan Cerme. Saat itu, korban berjalan di tepi perlintasan sembari mengendarai sepeda motor
  • Perempuan paruh baya yang mengidap gangguan kejiwaan terserempet kereta di kawasan Kecamatan Menganti 12 Mei lalu. Korban mengalami patah tulang dan luka serius 
  • Dua petani mengalami luka berat saat tersambar kereta Commuter Line Arjonegoro 506 di Desa Sumari Kecamatan Duduksampeyan pada 12 Mei. Korban selamat namun mengalami patah tulang. Sepeda motor bernopol W 5889 DE rusak berat. 
  • Pada 6 Mei, seorang warga bernama Darmadi tersambar kereta di kilometer 208-200 Cerme-Duduksampeyan. Pria 55 tahun itu sengaja melewati tepian jalur kereta saat hendak pergi memancing.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore