
Anggota Polsek Duduksampeyan mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Kota Pudak. (Ludry Argo Wisnu Prayoga/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api (KA) kembali terjadi di wilayah Kota Pudak. Pagi Rabu (9/4), seorang petambak meregang nyawa setelah tersambar KA Pandalungan. Kejadian tersebut kian menambah daftar panjang korban jiwa yang beraktifitas di sekitar jalur KA.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 4.52 WIB, tepatnya di jalur rel KM 201+0/1 Kecamatan Duduksampeyan. Saat itu, KA dengan rangkaian 11 gerbong itu melaju dari arah barat menuju Surabaya. Di waktu bersamaan, korban Ahmad Muslik berjalan di tepian rel. "Dari informasi pihak keluarga, korban hendak beraktifitas di tambak miliknya," ungkap Kapolsek Duduksampeyan AKP Hendrawan.
Laju kereta yang cepat tidak disadari pria 55 tahun itu. Hingga akhirnya tubuh warga Desa Petisbenem Kecamatan Duduksampeyan itu tersambar gerbong KA hingga jatuh terpelanting sekitar 10 meter. "Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, akibat luka parah pada bagian kepala," ujarnya.
Jasad korban sempat dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina untuk proses otopsi. Meski demikian, pihak keluarga telah bersepakat untuk segera melakukan proses pemakaman. "Menerima peristiwa tersebut sebagai musibah karena kelalaian korban," tandas Hendrawan.
Peristiwa KA menyambar warga bukan kali pertama terjadi di Kota Pudak. Jawa Pos mencatat, selama 2024 telah terjadi peristiwa 4 peristiwa serupa. Khususnya disepanjang jalur KA wilayah Duduksampeyan, Cerme, dan Menganti.
"Kami juga terus menyiagakan personil pads titik lintasan yang padat. Baik di wilayah Kecamatan Cerme maupun Duduksampeyan," ungkap Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro.
Selain itu, Korps Bhayangkara juga memasang spanduk dan banner sebagai upaya pencegahan. Agar para pengemudi kendaraan bermotor tidak menerobos lintasan saat hendak dilalui kereta api. "Sangat berbahaya karena bisa tergelincir. Bahkan bisa memicu kemacetan dan kecelakaan," tuturnya.
Demikian halnya dengan aktifitas berkendara di jalan raya. Angka kecelakaan terbilang tinggi, khususnya melibatkan pengendara sepeda motor yang berusia di bawah umur. "Faktor kelalaian pengendara menjadi penyebab kecelakaan paling tinggi. Sehingga orang tua wajib membatasi aktifitas putra-putrinya," jelasnya. (yog)
Sumber: Reportase Jawa Pos

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
