Petugas mengevakuasi jenazah seorang pria disabilitas yang tertimpa reruntuhan. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Suara dentuman keras menggema di gang sempit Jalan Kupang Gunung Barat 7B, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, Senin pagi (8/4). Tak ada yang menyangka, suara itu berasal dari balkon rumah lantai dua yang ambruk. Lebih tragis lagi, seorang pria disabilitas ditemukan tewas tertimpa reruntuhan. Tangannya terlihat lebih dulu menyembul dari puing.
Korban adalah Achmad Farid Sholihuddin, 34, akrab dipanggil Efendi. Ia merupakan anak dari Siti Ahlia, 78, pemilik rumah. Farid diketahui mengalami disabilitas sejak lahir. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara dan kesehariannya hanya berdiam di balkon lantai dua rumah.
“Suaranya keras banget, seperti benda berat jatuh dari atas. Saya kira kayu atau genting,” kata Ria, tetangga korban yang mendengar langsung insiden tersebut.
Beberapa saat setelah balkon ambruk, Hj. Siti panik mencari anaknya yang tak juga tampak di kamar. Warga pun membantu mencari, hingga akhirnya terlihat tangan korban menjulur dari sela-sela puing. “Waktu itu langsung merinding. Ternyata benar itu tangan Efendi (sapaan Farid),” ujar Ria lirih.
Petugas Inafis yang datang ke lokasi menyebut korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan berat. Tidak ditemukan tanda kekerasan. Jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk keperluan visum.
Menurut keterangan warga, rumah tersebut sudah dibangun sejak tahun 1970-an dan belum pernah direnovasi besar. Bagian balkon terlihat rapuh dan miring sejak lama. “Kondisinya memang sudah rawan. Keluarga sempat mau manggil tukang, tapi belum sempat,” ujar Hufron, tetangga lainnya.
Tim BPBD Surabaya segera turun tangan mengevakuasi puing dan mengamankan lokasi. Aminul, salah satu petugas BPBD, mengatakan bahwa bangunan masih menyimpan risiko ambruk susulan. “Kami sarankan warga sekitar untuk tidak melintas dulu. Apalagi kalau hujan turun,” tegasnya.
Camat Sawahan Amiril Hidayat menyampaikan bahwa pihak kelurahan dan kecamatan telah melakukan pendampingan terhadap keluarga korban. “Ibu Siti untuk sementara tinggal di rumah anaknya, Mbak Silvi. Proses pembersihan sudah selesai dilakukan teman-teman BPBD,” tuturnya.
Amiril menambahkan, permohonan bantuan perbaikan rumah telah diajukan ke Baznas dan Dinas Cipta Karya. “Kami bantu fasilitasi agar keluarga bisa segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
