Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 00.29 WIB

Sempat Dicari Ibunya, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tertimpa Puing Balkon, Tangannya Menyembul dari Reruntuhan

Petugas mengevakuasi jenazah seorang pria disabilitas yang tertimpa reruntuhan. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com-Suara dentuman keras menggema di gang sempit Jalan Kupang Gunung Barat 7B, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, Senin pagi (8/4). Tak ada yang menyangka, suara itu berasal dari balkon rumah lantai dua yang ambruk. Lebih tragis lagi, seorang pria disabilitas ditemukan tewas tertimpa reruntuhan. Tangannya terlihat lebih dulu menyembul dari puing.

Korban adalah Achmad Farid Sholihuddin, 34, akrab dipanggil Efendi. Ia merupakan anak dari Siti Ahlia, 78, pemilik rumah. Farid diketahui mengalami disabilitas sejak lahir. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara dan kesehariannya hanya berdiam di balkon lantai dua rumah.

“Suaranya keras banget, seperti benda berat jatuh dari atas. Saya kira kayu atau genting,” kata Ria, tetangga korban yang mendengar langsung insiden tersebut.

Beberapa saat setelah balkon ambruk, Hj. Siti panik mencari anaknya yang tak juga tampak di kamar. Warga pun membantu mencari, hingga akhirnya terlihat tangan korban menjulur dari sela-sela puing. “Waktu itu langsung merinding. Ternyata benar itu tangan Efendi (sapaan Farid),” ujar Ria lirih.

Petugas Inafis yang datang ke lokasi menyebut korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan berat. Tidak ditemukan tanda kekerasan. Jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk keperluan visum.

Menurut keterangan warga, rumah tersebut sudah dibangun sejak tahun 1970-an dan belum pernah direnovasi besar. Bagian balkon terlihat rapuh dan miring sejak lama. “Kondisinya memang sudah rawan. Keluarga sempat mau manggil tukang, tapi belum sempat,” ujar Hufron, tetangga lainnya.

Tim BPBD Surabaya segera turun tangan mengevakuasi puing dan mengamankan lokasi. Aminul, salah satu petugas BPBD, mengatakan bahwa bangunan masih menyimpan risiko ambruk susulan. “Kami sarankan warga sekitar untuk tidak melintas dulu. Apalagi kalau hujan turun,” tegasnya.

Camat Sawahan Amiril Hidayat menyampaikan bahwa pihak kelurahan dan kecamatan telah melakukan pendampingan terhadap keluarga korban. “Ibu Siti untuk sementara tinggal di rumah anaknya, Mbak Silvi. Proses pembersihan sudah selesai dilakukan teman-teman BPBD,” tuturnya.

Amiril menambahkan, permohonan bantuan perbaikan rumah telah diajukan ke Baznas dan Dinas Cipta Karya. “Kami bantu fasilitasi agar keluarga bisa segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore