
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, saat membahas RS yang belum bermitra. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya masih memiliki beberapa pekerjaan rumah, untuk mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Salah satunya terkait penerimaan pasien JKN-KIS yang belum merata. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin menuturkan ada 19 rumah sakit yang belum bermitra dengan BPJS Kesehatan.
“Sekarang sudah ada 48 RS ditambah 13 klinik utama yang setara dengan RS tipe D dan C, swasta dan pemerintah, juga TNI/Polri. Nah yang belum (kerja sama) ada 19 rumah sakit swasta," tuturnya, Kamis (27/3).
Hernina menyebut belasan RS swasta di Surabaya belum bermitra dengan BPJS Kesehatan karena terkendala persyaratan administratif, seperti belum memiliki NPWP atau belum berbentuk badan usaha resmi PT.
Di sisi lain, Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membatasi penambahan mitra rumah sakit guna menjaga kualitas layanan. Fokusnya adalah meningkatkan mutu pelayanan di RS yang lebih dulu bermitra dengan BPJS.
"Semakin banyak rumah sakit yang kami (BPJS Kesehatan) tangani, khawatirnya nanti memberikan pelayanan yang kurang baik efeknya juga akan kurang baik ke masyarakat," imbuhnya.
Namun, apabila Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ingin semua rumah sakit di Surabaya menerima pasien JKN-KIS, BPJS Kesehatan menyambut baik. Dengan catatan, harus memenuhi persyaratan menjadi mitra.
Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi berharap semua rumah sakit di Surabaya bermitra dengan BPJS Kesehatan. Hal ini bertujuan agar warga lebih mudah mendapatkan layanan medis atau rujukan ke rumah sakit terdekat.
"Kita tidak bicara lagi soal kuantitas akan tetapi bicara kualitas. Ternyata RS itu berkenan kalau ada BPJS-nya, sehingga nantinya orang-orang tidak perlu lagi datang ke RS yang jauh dari rumah," tutur Eri.
Politisi yang akrab disapa Cak Eri itu menuturkan setelah Hari Raya Idulfitri 2025, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan, membahas kelanjutan kerja sama antara RS swasta dengan BPJS.
“Setelah lebaran. Nah, nanti akan saya tampilkan ke seluruh warga Surabaya RS yang tidak mau bekerja sama dengan BPJS. Apa pendapat warga Surabaya ketika ada RS berdiri, tapi tidak mau mengobati warga miskin,” tukas Eri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
