Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 23.24 WIB

19 Rumah Sakit di Surabaya Belum Layani Pasien BPJS, Pemkot Siap Evaluasi!

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, saat membahas RS yang belum bermitra. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, saat membahas RS yang belum bermitra. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya masih memiliki beberapa pekerjaan rumah, untuk mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

Salah satunya terkait penerimaan pasien JKN-KIS yang belum merata. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin menuturkan ada 19 rumah sakit yang belum bermitra dengan BPJS Kesehatan.

“Sekarang sudah ada 48 RS ditambah 13 klinik utama yang setara dengan RS tipe D dan C, swasta dan pemerintah, juga TNI/Polri. Nah yang belum (kerja sama) ada 19 rumah sakit swasta," tuturnya, Kamis (27/3).

Hernina menyebut belasan RS swasta di Surabaya belum bermitra dengan BPJS Kesehatan karena terkendala persyaratan administratif, seperti belum memiliki NPWP atau belum berbentuk badan usaha resmi PT.

Di sisi lain, Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membatasi penambahan mitra rumah sakit guna menjaga kualitas layanan. Fokusnya adalah meningkatkan mutu pelayanan di RS yang lebih dulu bermitra dengan BPJS.

"Semakin banyak rumah sakit yang kami (BPJS Kesehatan) tangani, khawatirnya nanti memberikan pelayanan yang kurang baik efeknya juga akan kurang baik ke masyarakat," imbuhnya.

Namun, apabila Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ingin semua rumah sakit di Surabaya menerima pasien JKN-KIS, BPJS Kesehatan menyambut baik. Dengan catatan, harus memenuhi persyaratan menjadi mitra.

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi berharap semua rumah sakit di Surabaya bermitra dengan BPJS Kesehatan. Hal ini bertujuan agar warga lebih mudah mendapatkan layanan medis atau rujukan ke rumah sakit terdekat.

"Kita tidak bicara lagi soal kuantitas akan tetapi bicara kualitas. Ternyata RS itu berkenan kalau ada BPJS-nya, sehingga nantinya orang-orang tidak perlu lagi datang ke RS yang jauh dari rumah," tutur Eri.

Politisi yang akrab disapa Cak Eri itu menuturkan setelah Hari Raya Idulfitri 2025, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan, membahas kelanjutan kerja sama antara RS swasta dengan BPJS.

“Setelah lebaran. Nah, nanti akan saya tampilkan ke seluruh warga Surabaya RS yang tidak mau bekerja sama dengan BPJS. Apa pendapat warga Surabaya ketika ada RS berdiri, tapi tidak mau mengobati warga miskin,” tukas Eri.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore