Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 13.35 WIB

Surabaya Bakal Sepi Ditinggal Mudik, Jasa Marga Prediksi 628 Ribu Kendaraan Keluar Surabaya Selama Masa Mudik 2025 Lebaran

ANTISIPASI LEBARAN: Gerbang tol Warugunung tampak dari atas. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

ANTISIPASI LEBARAN: Gerbang tol Warugunung tampak dari atas. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jasa Marga telah mengeluarkan prediksi lalu lintas arus mudik hingga arus balik sepanjang H-10 hingga H+7.

Kendaraan dari Surabaya diperkirakan akan keluar via pintu tol Warugunung yang mengarah ke Barat dan pintu Tol Kejapanan untuk tujuan ke Selatan dan Timur. Pengelola kedua ruas tol ini memperkirakan total 628 ribu kendaraan akan keluar dari Surabaya.

Senior Manager Representative Office 3 Tol Surabaya-Gempol Agus Susilo menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan akan jatuh pada 1 April 2025 atau H+1 Idul Fitri.

Dengan estimasi 41.264 kendaraan melintasi pintu Tol Kejapanan Utama. ”Mayoritas pergerakan didominasi oleh pemudik yang hendak bersilaturahmi dan berwisata,” jelasnya, Rabu (26/3).

Jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, pihaknya memperhitungkan kenaikan sebanyak 3 persen.

Diproyeksikan 332.987 kendaraan akan keluar Surabaya melalui pintu Kejapanan Utama. ”Perhitungan tersebut periode mudik Lebaran H-10 hingga hari Lebaran atau 21 Maret 2025–1 April 2025,” lanjutnya.

Sekitar 333 ribu kendaraan yang akan melewati Gerbang Tol Kejapanan Utama ini bakal melanjutkan perjalanan ke arah Selatan dan Timur.

”Selatan ini menuju Malang dan timur ke arah Pasuruan-Probolinggo,” jelasnya. Sedangkan, arus ke barat melalui Gerbang Tol Warugunung diperkirakan mencapai 295 ribu kendaraan.

Dirut Jasamarga Surabaya-Mojokerto D. Hari Pratama menambahkan, pihaknya memprediksi ada kenaikan jumlah kendaraan yang melintas keluar Surabaya melalui Tol Warugunung sebanyak 3 persen.

Bila puncak arus mudik diprediksi terjad pada 1 April, Jasa Marga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 6 April 2025.

Diperkirakan sebanyak 46.200 kendaraan bakal masuk ke Surabaya via Tol Warugunung dan 51.800 kendaraan via Tol Kejapanan pada hari itu.

Hari menegaskan, keselamatan pengendara menjadi perhatian utama. Oleh sebab itu, upaya preservasi sudah dilakukan jauh-jauh hari.

”Kebersihan drainase, inspeksi sedimentasi, dan perbaikan jalan seperti scrapping dan overlay sudah dilakukan jauh-jauh hari,” jawabnya.

Selain itu, pembatasan operasional kendaraan berat sudah dijalankan sejak Senin, 24 Maret 2025, pukul 00.00 dan akan berlangsung hingga 8 April 2025 pukul 24.00. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore