Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 21.30 WIB

Surabaya Krisis Lahan Makam: Gratis Tapi Sudah Penuh, Pemkot Tawarkan Pemakaman Tumpang untuk Warga

Ilustrasi makam di Surabaya. (Dokumentasi Jawa Pos)



JawaPos.com - Banjir bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Surabaya. Warga kini menghadapi dilema baru lantaran hampir semua Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Pahlawan mengalami krisis lahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menuturkan bahwa jumlah penduduk yang terus bertambah dan tidak diiringi dengan perluasan lahan makam menjadi salah satu pemicu krisis.

"Jumlah penduduk terus bertambah, sementara lahan makam masih tetap sama. Ini menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan pemakaman di Surabaya," tutur Dedik di Surabaya, Selasa (25/3).

Alhasil, program makam tumpang pun menjadi solusi darurat untuk mengatasi lahan makam di Surabaya yang semakin terbatas. Artinya, lebih dari satu jenazah dikebumikan dalam satu liang lahat.

"Harapannya, selain meminta pengembang perumahan menyediakan area pemakaman, program makam tumpang dari pemkot ini menjadi solusi dan diterima masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Dedik menuturkan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terkait kemungkinan subsidi biaya pemakaman di makam kampung. Pemkot ingin warga dapat memakamkan keluarganya di lingkungan terdekat.

"Jadi tidak harus dimakamkan ke makam milik pemerintah kota, tapi di makam kampung, dengan kita bisa bantu subsidi untuk biaya pemakaman di makam kampung tadi. Tapi ini masih rencana," terang Dedik.

Saat ini, Pemkot Surabaya memiliki 13 Tempat Pemakaman Umum dan 1 Krematorium di Keputih. Sementara makam kampung yang dikelola oleh masyarakat berjumlah 336 makam.

Meski begitu, banyak warga yang tetap memilih TPU pemerintah. Ini karena UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, mengharuskan biaya pemakaman di makam yang dikelola pemerintah daerah menjadi gratis.

"Sejak 1 Januari 2024, pemakaman di makam Pemkot Surabaya digratiskan, sehingga banyak warga yang beralih ke sana," imbuh Dedik. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore