Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 00.52 WIB

Viral! Pria Pamer Video Tumpukan Uang Baru di Pasuruan Berbuntut Panjang, Ogah Disebut Dapat dari Orang Dalam

Viral di media sosial, seseorang pamer uang baru mencapai miliaran rupiah, diduga untuk diperjualbelikan dengan modus penukaran uang baru. (Platform X). - Image

Viral di media sosial, seseorang pamer uang baru mencapai miliaran rupiah, diduga untuk diperjualbelikan dengan modus penukaran uang baru. (Platform X).

JawaPos.com - Masyarakat kesusahan mendapatkan uang baru berbagai pecahan untuk keperluan Lebaran Idul Fitri. Sebagaimana diketahui, biasanya masyarakat banyak menukar uang baru untuk bagi-bagi THR saat Lebaran.

Bank Indonesia atau BI sendiri mengalokasikan triliunan uang baru untuk keperluan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 2025. Pastinya adalah BI menyiapkan sebanyak Rp 180,9 triliun uang baru untuk masyarakat di momen Lebaran tahun ini.

Meski triliunan uang baru disiapkan untuk kebutuhan masyarakat di momen Lebaran, kenyataannya, banyak orang kesulitan menukarkan uang baru. Walau sudah bisa dilakukan pemesanan lewat website, tetap saja banyak masyarakat yang mengeluh susah mendapat uang baru.

Di tengah kesusahan masyarakat mendapatkan uang baru, baru-baru ini viral di media sosial, seorang pria di Pasuruan, Jawa Timur, malah pamer tumpukan uang baru. Berbagai pecahan, nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dirinya pamer uang baru untuk kemudian ditukar dengan mengambil keuntungan. Jual uang, pria di Pasuruan, Jawa Timur itu diketahui membuka beberapa kios penukaran uang baru

Setelah viral di media sosial dan beberapa pemberitaan nasional karena muncul di tengah kesusahan masyarakat mendapatkan uang baru, pria yang diketahui bernama Wildan itu, diketahui dari nama akun TikTok-nya, @WildanUangBaru, membantah kalau dirinya mendapat miliaran uang baru dari "orang dalam" bank.

Dalam video TikTok terbarunya, memberi klarifikasi, dia bercerita selama ini menekuni bisnis penukaran uang baru. Dan bisnis itu telah digeluti selama lima tahun terakhir, terutama menjelang Lebaran.

Dalam klarifikasinya, dia mengaku bahwa uang tersebut diperoleh dari seseorang di Surabaya dan bukan dari pegawai bank. Ia juga menekankan bahwa bisnis penukaran uang ini adalah usaha musiman yang sudah ia jalankan selama lima tahun terakhir.

"Kami dapatnya dari seseorang di Surabaya atau di mana. Mas ada barang ini mau nggak? Kita ambil," ujarnya dalam video klarifikasi, membantah spekulasi uang tersebut berasal dari 'orang dalam' bank.

Namun tetap saja, masyarakat tidak percaya dengan klarifikasi tersebut. Netizen di media sosial tetap keheranan, sementara masyarakat dibatasi penukaran uang barunya hanya senilai Rp 4,3 juta, pria di Pasuruan itu malah buka bisnis penukaran uang baru dengan modal miliaran, dan dapat akses penukaran lagi.

Melansir Radar Bromo (Grup JawaPos), Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Rudi Hartono menyoroti ketimpangan distribusi uang baru, terutama menjelang Lebaran. Dia khawatir, ada permainan oknum. Sebab, penukaran uang baru di bank saat menjelang Lebaran sangat sulit.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang kehabisan persediaan. "Kan kasihan masyarakat. Jasa penukaran di pihak ketiga jadi lebih mahal," ujarnya.

Rudi pun mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini. Terutama untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dan peredaran uang palsu.

"Klaim yang bersangkutan bahwa uang baru tersebut diperoleh dari seseorang, dan bukan dari pegawai bank. Membuat situasi semakin mencurigakan," tegasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore