
Ilustrasi pelajar di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Program Sekolah Rakyat (SR) untuk menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem, direspons positif Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Namun, ada tantangan yang dihadapi Pemkot Surabaya dalam mengimplementasi Sekolah Rakyat. Yakni tidak adanya lahan seluas 5 hektare sebagaimana instruksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
”Sesuai ketentuan dari pemerintah provinsi, setiap sekolah memerlukan lahan minimal 5 hektare. Tetapi di Surabaya itu tidak ada lahan 5 hektar. Itu sudah kita sampaikan ke provinsi,” tutur Eri, Senin (17/3).
Meski tak memiliki lahan lima hektare untuk Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri mengklaim bahwa pendidikan di Surabaya, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat sudah sepenuhnya gratis.
”Alhamdulillah Surabaya itu sudah Sekolah Rakyat. SD-SMP sudah gratis (dari Pemkot Surabaya), SMA/SMK sederajat sudah gratis semua dari Bu Khofifah (Pemprov Jatim),” imbuh Eri Cahyadi.
Di samping berkonsultasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait Sekolah Rakyat, Eri Cahyadi juga menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendata jumlah kelompok rentan yang akan menjadi sasaran program.
Terpisah, Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin mengungkapkan, sedang melakukan pendataan keluarga rentan ekonomi dari Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
”Kami akan mencocokkan data ini dengan Dinas Pendidikan untuk mengetahui anak-anak yang masuk dalam kategori usia SD, SMP, dan seterusnya. Kami juga akan mengevaluasi Sekolah Bibit Unggul di UPTD Kalijudan,” tutur Anna.
Anna menegaskan, Dinsos Surabaya siap menjalankan Sekolah Rakyat sesuai arahan pemerintah pusat, tetapi akan menyesuaikan dengan instruksi Wali Kota Eri Cahyadi agar lebih relevan bagi Surabaya.
”Kami sudah berdiskusi dengan Menteri Sosial terkait teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat ini. Salah satu aspek yang akan diperkuat adalah penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” ucap Anna.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
