
Warga Karangpilang membersihkan lumpur yang terbawa dari sungai. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com–Banjir yang melanda kawasan Karangpilang sejak Minggu (16/3) kini mulai surut, sejak Senin (17/3) siang. Kendati demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir air kembali naik jika hujan turun lagi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk kebutuhan pangan dan perlengkapan tidur bagi para pengungsi. Ketua Tim Operasional BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar menjelaskan, evakuasi dilakukan pada Minggu (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB setelah kegiatan di sebuah panti asuhan selesai.
”Sebanyak 32 orang dari 9 keluarga telah dievakuasi. Saat ini, masih ada 28 orang yang memilih bertahan di pengungsian,” kata Arif Sunandar.
Para pengungsi terdiri atas berbagai kelompok usia, termasuk tiga bayi, dua balita, enam anak-anak, empat pria dewasa, 13 perempuan dewasa, serta dua lansia. Meskipun tidak ada laporan warga yang sakit selama mengungsi, dua orang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan tetap dalam pemantauan tim kesehatan.
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, BPBD telah menyalurkan sejumlah bantuan, seperti tujuh kasur, tujuh matras, tujuh selimut, lima bantal, dan dua velbed. ”Bantuan ini diberikan untuk memastikan para pengungsi bisa beristirahat dengan nyaman,” tambah Arif.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan makanan bagi para pengungsi, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa. ”Karena mereka berpuasa, makanan diberikan saat sahur dalam bentuk nasi bowl,” jelas Arif Sunandar.
Camat Karangpilang Ipong Wisnu mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kali Surabaya setelah curah hujan yang tinggi sejak Minggu (16/3) pagi. ”Wilayah ini memang berada di dekat sungai, sehingga ketika debit air meningkat, banjir sulit dihindari. Namun, kondisi sekarang sudah jauh lebih baik,” ujar Ipong Wisnu.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Surabaya menerapkan prosedur yang telah digunakan dalam kejadian serupa sebelumnya.
”Ini merupakan banjir kedua dalam sebulan terakhir, mengingat musim hujan masih berlangsung. Penanganannya dilakukan seperti sebelumnya, termasuk mengendalikan aliran sungai,” ucap Ipong.
Salah satu tindakan utama yang dilakukan adalah membuka lima pintu air secara penuh agar aliran air lebih cepat menuju hilir. ”Langkah ini dilakukan agar banjir segera surut dan tidak meluas ke area lain,” tambah Ipong Wisnu.
Saat ini, BPBD bersama aparat terkait masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga yang masih berada di pengungsian juga terus mendapat perhatian agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
