Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 02.37 WIB

Pemkot Surabaya Buka Lima Pintu Air, Banjir Karangpilang Berangsur Surut

Warga Karangpilang membersihkan lumpur yang terbawa dari sungai. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Warga Karangpilang membersihkan lumpur yang terbawa dari sungai. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com–Banjir yang melanda kawasan Karangpilang sejak Minggu (16/3) kini mulai surut, sejak Senin (17/3) siang. Kendati demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir air kembali naik jika hujan turun lagi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk kebutuhan pangan dan perlengkapan tidur bagi para pengungsi. Ketua Tim Operasional BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar menjelaskan, evakuasi dilakukan pada Minggu (16/3) sekitar pukul 19.30 WIB setelah kegiatan di sebuah panti asuhan selesai.

”Sebanyak 32 orang dari 9 keluarga telah dievakuasi. Saat ini, masih ada 28 orang yang memilih bertahan di pengungsian,” kata Arif Sunandar.

Para pengungsi terdiri atas berbagai kelompok usia, termasuk tiga bayi, dua balita, enam anak-anak, empat pria dewasa, 13 perempuan dewasa, serta dua lansia. Meskipun tidak ada laporan warga yang sakit selama mengungsi, dua orang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan tetap dalam pemantauan tim kesehatan.

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, BPBD telah menyalurkan sejumlah bantuan, seperti tujuh kasur, tujuh matras, tujuh selimut, lima bantal, dan dua velbed. ”Bantuan ini diberikan untuk memastikan para pengungsi bisa beristirahat dengan nyaman,” tambah Arif.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan makanan bagi para pengungsi, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa. ”Karena mereka berpuasa, makanan diberikan saat sahur dalam bentuk nasi bowl,” jelas Arif Sunandar.

Camat Karangpilang Ipong Wisnu mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kali Surabaya setelah curah hujan yang tinggi sejak Minggu (16/3) pagi. ”Wilayah ini memang berada di dekat sungai, sehingga ketika debit air meningkat, banjir sulit dihindari. Namun, kondisi sekarang sudah jauh lebih baik,” ujar Ipong Wisnu.

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Surabaya menerapkan prosedur yang telah digunakan dalam kejadian serupa sebelumnya.

”Ini merupakan banjir kedua dalam sebulan terakhir, mengingat musim hujan masih berlangsung. Penanganannya dilakukan seperti sebelumnya, termasuk mengendalikan aliran sungai,” ucap Ipong.

Salah satu tindakan utama yang dilakukan adalah membuka lima pintu air secara penuh agar aliran air lebih cepat menuju hilir. ”Langkah ini dilakukan agar banjir segera surut dan tidak meluas ke area lain,” tambah Ipong Wisnu.

Saat ini, BPBD bersama aparat terkait masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga yang masih berada di pengungsian juga terus mendapat perhatian agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore