Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 23.12 WIB

Pemkot Surabaya akan Bangun Rumah Pompa di Karah dan Ketintang

Arus lalu lintas di Jembatan Rolak, Gunung Sari, Surabaya, Minggu (9/3). Pemkot Surabaya akan membangun rumah pompa di Ketintang dan Karah. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Arus lalu lintas di Jembatan Rolak, Gunung Sari, Surabaya, Minggu (9/3). Pemkot Surabaya akan membangun rumah pompa di Ketintang dan Karah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)




JawaPos.com-Masalah genangan air masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Surabaya, terutama saat hujan deras mengguyur kota. Kawasan Karah dan Ketintang menjadi dua titik yang sering terdampak, menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga dan berpotensi merusak infrastruktur jalan.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) berencana membangun rumah pompa di kedua lokasi tersebut.

Rudi (45), warga Ketintang, mengungkapkan bahwa genangan sering terjadi setelah hujan lebat. “Kadang air butuh waktu lama untuk surut. Pengendara sering nekat menerobos, sehingga airnya terciprat ke pejalan kaki,” keluhnya.
Khodijah (50), warga Karah, juga berharap agar proyek ini segera direalisasikan. "Memang nggak sampai banjir besar, tapi kalau ada rumah pompa, setidaknya genangan bisa lebih cepat surut," ujarnya.

Kepala DSDABM Surabaya Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa rumah pompa akan dibangun di atas saluran air di dua lokasi berbeda. "Untuk di Ketintang, rumah pompa akan ditempatkan di depan Rumah Makan Mang Kabayan, sedangkan di Karah, lokasinya berada di tepi sungai dekat kantor Jawa Pos," terangnya kepada JawaPos.com di Surabaya.

Pemkot telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk masing-masing rumah pompa, sehingga total dana yang dialokasikan mencapai Rp 10 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan struktur bangunan, pemasangan pompa, serta sistem pengaliran air menuju saluran utama.

Mengenai kapasitas pompa yang akan digunakan, Syamsul menyebut bahwa perhitungannya masih dalam tahap finalisasi. Namun, berdasarkan kondisi saluran yang ada, pompa diperkirakan mampu mengalirkan air dengan kapasitas maksimal hingga 3 meter kubik per detik. Dengan adanya sistem ini, diharapkan genangan dapat dikurangi lebih cepat saat hujan turun.

Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini setelah seluruh tahap perencanaan selesai. Pemerintah optimistis bahwa keberadaan rumah pompa ini akan membantu mengatasi genangan yang selama ini menjadi keluhan warga. "Kami berkomitmen untuk segera merealisasikan proyek ini agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," tutur Syamsul. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore