Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 01.52 WIB

Luapan Air di Karangpilang Surabaya Mulai Surut, Warga Waru Gunung Bersih-Bersih

Setelah tiga hari terendam akibat luapan Kali Surabaya, banjir di Karangpilang berangsur surut. Warga pun mulai bersih-bersih. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Setelah tiga hari terendam akibat luapan Kali Surabaya, banjir di Karangpilang berangsur surut. Warga pun mulai bersih-bersih. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com–Setelah tiga hari terendam akibat luapan Kali Surabaya, banjir di Karangpilang berangsur surut. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai 80 cm kini turun menjadi sekitar 50 cm.

Warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah sisa banjir, meskipun tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir kembali jika hujan deras turun lagi. Diana Oktavia, 26, warga Jalan Raya Waru Gunung, merasa lega karena genangan air sudah berkurang.

”Hari pertama cuma rumah-rumah di dekat sungai yang kena. Hari kedua makin tinggi sampai depan gang, tapi sekarang mulai surut. Jadi, kami bisa mulai bersih-bersih. Meski begitu, tetap khawatir kalau hujan turun lagi,” kata Diana kepada JawaPos.com, Kamis (27/2).

Banjir juga mengganggu aktivitas warga. Diana mengaku kesulitan mengurus rumah tangga karena peralatan memasaknya terendam.

”Mau masak nggak bisa, semuanya basah. Pergi kerja juga susah, jalanan macet karena banyak genangan,” ungkap Diana.

Suprapti, 57, warga lain yang terdampak, juga mengalami kendala selama banjir. Sebagai pekerja usaha kecil, dia harus mencari jalan alternatif agar tetap bisa bekerja.

”Biasanya perjalanan lancar, tapi sekarang harus memutar jauh. Anak-anak sekolah juga terhambat,” ujar Suprapti.

Dia bersyukur ada bantuan dari pemerintah berupa makanan siap saji. ”Setidaknya ada nasi bungkus dan makanan kaleng untuk bertahan,” tambah Suprapti.

Sementara itu, di Gang Gelatik II, yang sebelumnya terendam hingga 80 cm, kondisi juga mulai kembali normal. Ketua RT 4 Maria Ulfa, mengatakan banjir kali ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Biasanya memang ada banjir, tapi tidak separah ini. Mungkin karena tanggul di Mojokerto jebol. Sebagian besar warga tetap bertahan di rumah, tapi ada yang kendaraannya terendam karena tidak sempat diamankan,” tutur Maria Ulfa.

Maria berharap pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir serupa di masa depan.

”Kalau hanya mengandalkan dana warga, sulit. Harus ada bantuan pemerintah untuk memperbaiki tanggul,” harap Maria Ulfa.

Menurut Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar, situasi di daerah terdampak sudah membaik.

”Sebagian besar warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah. Hanya satu orang yang masih berada di posko, yaitu seorang lansia bernama Astin yang mengalami stroke. Keadaannya stabil dan berencana pulang besok,” jelas Arif.

BPBD Surabaya terus memantau situasi, terutama karena curah hujan di daerah hulu masih tinggi. ”Walaupun air sudah surut, kami tetap siaga. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga kami imbau untuk selalu waspada,” ucap Arif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore