
MASIH NGANDANG: Sejumlah bus listrik terparkir di pool DAMRI Jagir, Selasa (25/4). Lanjutan pengoperasian bus listrik hingga kini belum jelas.
JawaPos.com – Pengoperasian kembali bus listrik belum menunjukkan kejelasan sampai sekarang. Kendaraan ramah lingkungan itu masih diparkir di halaman pool DAMRI di Jalan Jagir. Kondisi itu menimbulkan kekosongan layanan di rute yang dilintasi, yaitu Terminal Purabaya–Kenjeran Park (Kenpark).
Rute tersebut terhenti selama empat bulan sejak 1 Januari lalu. Padahal, peminatnya cukup banyak. Bus listrik sewaktu masih beroperasi selalu penuh penumpang.
Nah, untuk menjawab kekosongan armada, DPRD meminta dinas perhubungan (dishub) mengambil alih rute Purabaya–Kenpark.
’’Kalau bus listrik tidak bisa beroperasi dengan cepat, rutenya harus diambil alih,’’ kata anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma Selasa (25/4).
Dia menyampaikan, Suroboyo Bus bisa mengisi kekosongan rute itu. Bisa juga dilayani feeder. Apalagi, tahun ini ada rencana penambahan armada senilai Rp 17 miliar. Itu akan dipakai untuk menambah armada feeder dan bus.
Tapi, sistem pengadaan dilakukan melalui buy the service (BTS). Artinya, pemkot tidak membeli armada. Tapi, pengadaan oleh pihak ketiga. Dishub hanya membayar layanan yang dihitung per kilometer.
’’Kalau nanti ada tambahan bus, rute bus listrik harus ambil. Dioperasikan melalui Suroboyo Bus,’’ jelas William.
Anggota komisi C Sukadar menyampaikan, pengambilalihan rute tersebut penting dilakukan. Apalagi, animo masyarakat untuk menaiki transportasi publik sudah meningkat.
Karena itu, kalau bus listrik tidak bisa beroperasi, jalurnya harus diambil alih. ’’Supaya warga bisa menikmati layanan transportasi publik,’’ tegas Sukadar.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya Tunjung Iswandaru sepakat dengan usulan dewan. Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu tambahan armada untuk melayani rute Purabaya–Kenpark.
’’Nanti kalau ada feeder atau Suroboyo Bus tambahan, akan dimasukkan ke rute itu,’’ jelas Tundjung.
Sejauh ini, pihaknya masih berharap bus listrik bisa kembali beroperasi. Namun, hal itu menjadi kewenangan sepenuhnya pihak DAMRI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihaknya pun sudah sering menanyakan kelanjutan pengoperasian bus listrik.
’’Selama ini kan karena terhambat pembaruan kontrak. Saya tidak tahu mengapa belum beroperasi sampai sekarang,’’ ucapnya.
Kabid Angkutan Dishub Surabaya Soenoto mengatakan, operasional bus listrik mutlak menjadi kewenangan Kemenhub dan DAMRI sebagai operator. Pihaknya juga masih menunggu hasil evaluasi. Termasuk menguji ketahanan kekuatan listrik pada baterai kendaraan.
’’Jadi, ini bergantung kesiapan Kemenhub dan DAMRI. Mereka siap atau nggak mengoperasikan bus listrik ini,’’ ujar Soenoto. (mar/c7/git)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
