
Aksi Indonesia Gelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, yang berujung ricuh. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com–Divisi Propam Polri angkat bicara mengenai tindakan represif yang dilakukan anggota polisi kepada peserta aksi Indonesia Gelap pertama di depan gedung DPRD Provinsi Jatim, Surabaya, Senin (17/2).
Melalui sebuah unggahan di akun X @Divpropam, mereka mengatakan bahwa seorang polisi bernama Aiptu YT yang diduga bertindak represif, telah diperiksa Bidpropam Polda Jatim.
”Dengan hasil yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran. Saat ini, berkas pemeriksaan sudah dilimpahkan ke Siepropam Polrestabes Surabaya untuk proses lebih lanjut,” tulis akun @Divropam, Rabu (19/2).
Menanggapi hal tersebut, seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berinisial NZR, yang mendapat kekerasan dari aparat kepolisian saat aksi Indonesia Gelap pertama, menyebut pernyataan Divpropam Polri adalah pencitraan.
”Itu hoax yang dibuat polisi. Saya kemarin (Kamis 20/2) baru saja mau lapor ke Polda Jatim, akan tetapi berita itu sudah ada. Sepertinya itu berita buatan untuk mengalihkan isu saja,” tutur NZR kepada JawaPos.com, Sabtu (22/2)
Kejanggalan lain, pada saat NZR dan pengacaranya hendak melapor ke Bidpropam Polda Jatim, pihak kepolisian mengatakan bahwa belum ada pemprosesan. Baik itu di Polda Jatim maupun Polrestabes Surabaya.
”Itu kan berbanding terbalik dengan di X. Laporan terkait kasus kekerasan yang saya alami dan viral juga ditolak. Makanya saya dan pengacara bingung kenapa laporan tidak diterima, tetapi sudah ada berita itu (pernyataan Divpropam Polri di X),” tandas NZR.
Sebelumnya, pengalaman pahit dialami seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berinisial NZR. Dia mengaku mendapat kekerasan dari aparat saat mengikuti aksi Indonesia Gelap di Surabaya, Senin (17/2).
Kekerasan terjadi saat aparat kepolisian menembakkan meriam air (water cannon) dari dalam gedung DPRD, yang membuat suasana semakin ricuh. Massa aksi dengan aparat pun saling bersitegang.
NZR yang saat itu berhadapan dengan Provos karena sedang melakukan upaya negosiasi, tiba-tiba ditarik oknum aparat dan dibawa ke dalam barikade polisi. Di sana, NZR dipukuli sampai memar di beberapa tubuhnya.
”Di situ saya ditendang, diinjak-injak, ditendang kemaluan saya, perut saya, kepala saya, semua memar. Kemudian saya diselamatkan beberapa polisi lain dan dibawa ke teras depan lobby,” ucap NZR kepada JawaPos.com, Selasa (18/2).
Kurang lebih satu setengah jam NZR diamankan dan diinterogasi aparat kepolisian di dalam gedung DPRD Jawa Timur. Aparat menanyai NZR tentang alamat KTP, informasi pribadi, perkuliahan, dan sebagainya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
