Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Februari 2025 | 02.56 WIB

Propam Klaim Periksa Polisi Represif di Demo Indonesia Gelap Surabaya, Korban: Itu Hoax, Laporan Saya Ditolak!

Aksi Indonesia Gelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, yang berujung ricuh. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Aksi Indonesia Gelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, yang berujung ricuh. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com–Divisi Propam Polri angkat bicara mengenai tindakan represif yang dilakukan anggota polisi kepada peserta aksi Indonesia Gelap pertama di depan gedung DPRD Provinsi Jatim, Surabaya, Senin (17/2).

Melalui sebuah unggahan di akun X @Divpropam, mereka mengatakan bahwa seorang polisi bernama Aiptu YT yang diduga bertindak represif, telah diperiksa Bidpropam Polda Jatim.

”Dengan hasil yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran. Saat ini, berkas pemeriksaan sudah dilimpahkan ke Siepropam Polrestabes Surabaya untuk proses lebih lanjut,” tulis akun @Divropam, Rabu (19/2).

Menanggapi hal tersebut, seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berinisial NZR, yang mendapat kekerasan dari aparat kepolisian saat aksi Indonesia Gelap pertama, menyebut pernyataan Divpropam Polri adalah pencitraan.

”Itu hoax yang dibuat polisi. Saya kemarin (Kamis 20/2) baru saja mau lapor ke Polda Jatim, akan tetapi berita itu sudah ada. Sepertinya itu berita buatan untuk mengalihkan isu saja,” tutur NZR kepada JawaPos.com, Sabtu (22/2)

Kejanggalan lain, pada saat NZR dan pengacaranya hendak melapor ke Bidpropam Polda Jatim, pihak kepolisian mengatakan bahwa belum ada pemprosesan. Baik itu di Polda Jatim maupun Polrestabes Surabaya.

”Itu kan berbanding terbalik dengan di X. Laporan terkait kasus kekerasan yang saya alami dan viral juga ditolak. Makanya saya dan pengacara bingung kenapa laporan tidak diterima, tetapi sudah ada berita itu (pernyataan Divpropam Polri di X),” tandas NZR.

Sebelumnya, pengalaman pahit dialami seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berinisial NZR. Dia mengaku mendapat kekerasan dari aparat saat mengikuti aksi Indonesia Gelap di Surabaya, Senin (17/2).

Kekerasan terjadi saat aparat kepolisian menembakkan meriam air (water cannon) dari dalam gedung DPRD, yang membuat suasana semakin ricuh. Massa aksi dengan aparat pun saling bersitegang.

NZR yang saat itu berhadapan dengan Provos karena sedang melakukan upaya negosiasi, tiba-tiba ditarik oknum aparat dan dibawa ke dalam barikade polisi. Di sana, NZR dipukuli sampai memar di beberapa tubuhnya.

”Di situ saya ditendang, diinjak-injak, ditendang kemaluan saya, perut saya, kepala saya, semua memar. Kemudian saya diselamatkan beberapa polisi lain dan dibawa ke teras depan lobby,” ucap NZR kepada JawaPos.com, Selasa (18/2).

Kurang lebih satu setengah jam NZR diamankan dan diinterogasi aparat kepolisian di dalam gedung DPRD Jawa Timur. Aparat menanyai NZR tentang alamat KTP, informasi pribadi, perkuliahan, dan sebagainya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore