Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 13.45 WIB

Surabaya Buktikan Efisiensi Anggaran Bisa Menghemat Pengeluaran Hingga Rp 300 Miliar

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Indra Setiawan/Antara) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Indra Setiawan/Antara)

JawaPos.com - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri Cahyadi mengatakan bahwa efisiensi anggaran, yang ramai diperbincangkan, bukan lah hal baru. Hal itu sudah dilakukan di Surabaya sejak 2023.
 
Pada saat itu, Eri yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya meminta jajarannya untuk turun ke lapangan melakukan pelayanan di Balai RW. Mulai dari pelayanan adminduk, perizinan, hingga layanan pengaduan. 
 
“Itu semua dikerjakan di Balai RW, tidak ada satupun yang dikerjakan di kantor, dan semuanya (pelayanan) menggunakan aplikasi," tutur Eri dalam forum Bakti APEKSI di Jakarta, Rabu (19/2).
 
 
Dengan begitu, tidak ada lagi warga yang jauh-jauh datang ke kantor untuk mengurus administrasi kependudukan, serta pelayanan publik lainnya. "Dan itu terjadi (di Surabaya) sejak tahun 2023," imbuhnya. 
 
Menurut Eri, kebijakan efisiensi bukan hanya soal anggaran, tetapi juga bagaimana penerapan efektivitas dan efisien dalam bekerja. Bahkan diakuinya, dengan efisiensi, Surabaya bisa menghemat anggaran hingga Rp 300 Miliar.
 
“Penghematan sampai dengan Rp 300 Miliar itu terkait dengan ATK (alat tulis kantor), listrik, air, dan semuanya. Karena kami tidak lagi rapat seperti ini (offline), cukup menggunakan daring, itu sudah kami lakukan,” tutur Eri. 
 
 
Tak hanya menghemat anggaran hingga Rp 300 Miliar, dengan penerapan efisiensi dan efektivitas bekerja, Pemkot Surabaya berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan dalam waktu tiga tahun.
 
“Karena apa? Teman-teman itu turun, pegawai negeri tidak boleh di kantor. Kemiskinan saya saat itu sekitar 9 persen, hari ini menjadi 3,9 persen dalam tiga tahun, padahal saat itu kena pandemi Covid-19 dua tahun,” tandas Eri. 
 
Dengan penghematan anggaran, angka stunting di Surabaya juga berhasil diturunkan. Pada 2023, stunting di Surabaya berada di angka 28,5 persen dan tertinggi di Jawa Timur. Kini turun menjadi 1,6 persen dan terendah se-Indonesia. (*)
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore