
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi kasus penipuan yang merugikan 14 pelaku UMKM di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi, serta peningkatan suhu permukaan.
Data dari empat rumah sakit di Surabaya, sepanjang Desember 2024 hingga Januari 2025, tercatat ada 275 kasus Demam Berdarah Dengue, yang terjadi pada lintas kalangan usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Rinciannya, 14 kasus di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU), 15 kasus di Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya), 71 kasus di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dan 175 kasus di Rumah Sakit Haji.
Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam, dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.9.2/2713/436.7.2/2005 mengenai Antisipasi Peningkatan Kasus DBD Pada Musim Penghujan.
Dalam regulasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni dengan metode 3M Plus sebagai langkah pencegahan DBD.
"Kami imbau masyarakat untuk konsisten melakukan pencegahan DBD melalui optimalisasi pemberantas vektor penularan penyakit DBD, yakni nyamuk aedes aegypti secara kolaboratif," tuturnya, Rabu (12/2).
Sebab berdasarkan perkiraan cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya masih dalam puncak musim penghujan hingga Februari 2025.
"Dengan intensitas curah hujan sedang di seluruh wilayah. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran penyakit DBD di masing-masing wilayah," imbuhnya.
Masih dalam regulasi yang sama, Pemkot Surabaya mendorong instansi pendidikan untuk mengaktifkan kegiatan pemantauan jentik berbasis masyarakat oleh Siswa Pemantau Jentik (WaManTik).
Langkah ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi PSN 3M Plus, serta mampu meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) hingga mencapai lebih dari 95 persen di setiap wilayah Kota Surabaya.
"Kami harapkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melakukan kerja bakti dengan fokus meminimalisir tempat-tempat perindukan nyamuk aedes aegypti," tandas Eri.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
