Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 00.53 WIB

Antisipasi Puncak Musim Hujan, Wali Kota Surabaya Terbitkan SE Cegah DBD

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi kasus penipuan yang merugikan 14 pelaku UMKM di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi kasus penipuan yang merugikan 14 pelaku UMKM di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi, serta peningkatan suhu permukaan.

Data dari empat rumah sakit di Surabaya, sepanjang Desember 2024 hingga Januari 2025, tercatat ada 275 kasus Demam Berdarah Dengue, yang terjadi pada lintas kalangan usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Rinciannya, 14 kasus di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU), 15 kasus di Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya), 71 kasus di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dan 175 kasus di Rumah Sakit Haji.

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam, dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.9.2/2713/436.7.2/2005 mengenai Antisipasi Peningkatan Kasus DBD Pada Musim Penghujan. 

Dalam regulasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni dengan metode 3M Plus sebagai langkah pencegahan DBD.
 
"Kami imbau masyarakat untuk konsisten melakukan pencegahan DBD melalui optimalisasi pemberantas vektor penularan penyakit DBD, yakni nyamuk aedes aegypti secara kolaboratif," tuturnya, Rabu (12/2).

Sebab berdasarkan perkiraan cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya masih dalam puncak musim penghujan hingga Februari 2025.


"Dengan intensitas curah hujan sedang di seluruh wilayah. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran penyakit DBD di masing-masing wilayah," imbuhnya.

Masih dalam regulasi yang sama, Pemkot Surabaya mendorong instansi pendidikan untuk mengaktifkan kegiatan pemantauan jentik berbasis masyarakat oleh Siswa Pemantau Jentik (WaManTik).

Langkah ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi PSN 3M Plus, serta mampu meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) hingga mencapai lebih dari 95 persen di setiap wilayah Kota Surabaya
 
"Kami harapkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melakukan kerja bakti dengan fokus meminimalisir tempat-tempat perindukan nyamuk aedes aegypti," tandas Eri.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore