Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2025, 21.02 WIB

Gus Ipul Jamin Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Penyaluran Bansos di Jatim

Menteri Sosial Gus Ipul minta KPM bijak menggunakan bansos. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Menteri Sosial Gus Ipul minta KPM bijak menggunakan bansos. (Novia Herawati/JawaPos.com)

 
JawaPos.com-Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Ipul, memastikan efisiensi anggaran, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto, tidak berimbas pada penyaluran bantuan sosial (bansos).
 
 
Hal itu Gus Ipul sampaikan saat menghadiri acara penandatanganan MoU Kementerian Sosial dan Forum Rektor Indonesia, di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (10/2).
 
"(Efisiensi anggaran) nggak masalah, pendidikan maupun penyaluran bansos tidak ada masalah. Sekarang sudah disalurkan," tutur Gus Ipul kepada JawaPos.com, Selasa (10/2).
 
Di Jawa Timur, Gus Ipul menyampaikan ada 3.331.904 (3,3 Juta) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan sosial (bansos), dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 12 Triliun.
 
Rinciannya, bansos sembako disalurkan kepada 3.003.123 KPM (anggaran Rp 7,1 Triliun), Program Keluarga Harapan disalurkan kepada 1.558.436 KPM (anggaran Rp 4,3 Triliun).
 
Kemudian bansos permakanan disalurkan kepada 58.041 jiwa (anggaran Rp 435 Miliar), Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (YAPI): 45.321 jiwa (anggaran Rp 111 Miliar).
 
"Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan per 31 Desember 2024, telah disalurkan kepada Rp 14.932.154 jiwa di Jawa Timur. Anggarannya Rp 7 Triliun," imbuh Mantan wali kota Pasuruan itu.
 
Adapun pilar sosial yang terlibat di penyaluran bansos di Jatim adalah 7.875 orang. Meliputi pendamping PKH, Tagana (Taruna Siaga Bencana), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Pendamping bansos, pekerja sosial masyarakat, dan karang taruna.
 
"Bahwa kita tidak perlu menyalahkan siapapun, karena Presiden ke depan ingin kita menggunakan (anggaran secara) efektif dan tepat sasaran, sekaligus kita harapkan tahun ini, paling lambat tahun depan, kemiskinan ekstrem menjadi nol persen," tandas mantan wakil gubernur Jawa Timur tersebut. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore