JawaPos.com-Wisma Jerman kembali mengadakan "Gado-Gado Bahasa Dunia", sebuah acara yang mempertemukan masyarakat dari berbagai negara untuk belajar dan berlatih bahasa asing dalam suasana santai dan penuh interaksi. Acara yang berlangsung pada Selasa (6/2) ini sudah memasuki edisi ketiganya dan mendapat sambutan meriah dari para peserta.
Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mendorong peserta agar lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa asing. "Kami ingin memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin berlatih berbicara dalam bahasa lain tanpa takut salah. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk berkenalan dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda," ujarnya di Surabaya.
Antusiasme peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sekitar 50–70 orang yang ikut serta, kali ini jumlah peserta mencapai 130 orang dari berbagai negara seperti Indonesia, Jerman, Prancis, Italia, Korea, Filipina, China, Vietnam, Portugal, dan Arab.
Untuk membuat acara lebih menarik, panitia menyiapkan tiga permainan interaktif. Salah satunya adalah "Pemburuan Autogram", yang mengharuskan peserta mencari tanda tangan dari orang yang bisa menjawab pertanyaan tertentu dengan benar. Melalui permainan ini, peserta didorong untuk aktif berinteraksi satu sama lain.
Permainan berikutnya mengajak peserta mengenal berbagai fakta unik tentang bahasa dan budaya dari berbagai negara. Sedangkan tantangan terakhir menuntut mereka berbicara dalam bahasa asing yang mereka kuasai, misalnya dengan memperkenalkan diri atau mengajak peserta lain berbincang dalam bahasa yang berbeda.
Menurut Ipung Dhahana Adi Pungkas, Asisten Program Budaya Wisma Jerman, konsep permainan dalam acara ini bertujuan untuk membuat pembelajaran bahasa terasa lebih menyenangkan. "Bahasa adalah bagian dari budaya. Dengan berinteraksi dalam berbagai bahasa, peserta juga bisa memahami lebih dalam kebiasaan dan tradisi negara lain. Contohnya, dalam salah satu permainan, mereka diajak untuk mengetahui asal-usul kata ‘karaoke’ yang berasal dari bahasa Jepang," jelasnya.
Salah satu peserta dari Prancis, Eva Bordessoule, mengungkapkan kegembiraannya bisa bergabung dalam acara ini. "Saya baru tiba di Surabaya tiga hari yang lalu, dan acara ini benar-benar membantu saya bertemu orang baru sekaligus belajar banyak tentang bahasa dan budaya asing," tuturnya.
Melihat respons positif dari peserta, Wisma Jerman bersama Institut Français Indonesia (IFI) berencana menggelar acara ini secara rutin setiap dua bulan sekali. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih mengenal bahasa asing sekaligus memperkaya wawasan budaya mereka. (*)