Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 April 2023 | 17.15 WIB

Gelombang Arus Mudik Mulai Menggeliat, Puncaknya Diperkirakan Terjadi Rabu (19/4)

PADAT JELANG LEBARAN: Sejumlah calon penumpang maskapai penerbangan domestik menjalani pemeriksaan tiket sebelum keberangkatan di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat - Image

PADAT JELANG LEBARAN: Sejumlah calon penumpang maskapai penerbangan domestik menjalani pemeriksaan tiket sebelum keberangkatan di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat

JawaPos.com – Gelombang arus mudik mulai terasa di berbagai moda transportasi umum. Mulai bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga terminal. Pantauan Jawa Pos yang bertepatan dengan H-7, Jumat (14/4) menunjukkan kepadatan oleh pergerakan para pemudik.

Arus mudik mulai terlihat di Pelabuhan Tanjung Perak. Setiap hari belasan kapal bersandar di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN).

Kebanyakan perantau berasal dari wilayah Indonesia Timur. Teguh Haryanto, 48, misalnya. Menggunakan kapal laut KM Dharma Kencana VII dari Makassar, Teguh bersama sang keluarga akhirnya tiba di terminal penumpang GSN.

Selain sudah memasuki libur sekolah, dia memutuskan mudik lebih awal untuk menghindari penumpukan penumpang di atas kapal. ’’Biar bisa cepat berkumpul dengan keluarga di Rungkut, Surabaya. Dan H+1 Lebaran saya kembali merantau ke Makassar,’’ kata Teguh Haryanto.

Manajer PT DLU Cabang Tanjung Perak Donie Surya mengatakan, setiap hari ribuan pemudik tiba di Surabaya. Pencabutan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak positif pada peningkatan penumpang.

Yakni, 18 ribu tiket telah ludes terjual. Itu naik 20 persen dibandingkan 2022. Kebanyakan pemudik merupakan perantau dari Kalimantan dan Sulawesi. Untuk dapat menampung seluruh penumpang, tiga armada kapal dioperasikan. Yaitu, menjadi 12 armada.

General Manager Kalimas dan Terminal GSN Pelindo Sub Regional Jawa Dhany Rachmad Agustian mengatakan, berbagai langkah dilakukan untuk mengurai penumpukan penumpang. Terutama saat penumpang yang baru turun kapal.

Gelombang arus mudik dengan kereta api juga mulai naik. Untuk menandai dimulainya masa arus mudik, kemarin PT KAI Daop 8 Surabaya mengadakan apel gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2023. PT KAI menetapkan masa angkutan Lebaran berjalan selama 19 hari. Start sejak Jumat kemarin hingga 2 Mei mendatang.

Sementara itu, aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juanda juga mulai menggeliat. General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar menyampaikan, puncak pemudik diperkirakan mulai Rabu (19/4) pekan depan.

Diperkirakan ada 42 ribu warga yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Juanda. Jumlah penumpang Lebaran tahun ini kami perkirakan meningkat. ’’Diperkirakan naik 18–22 persen dibandingkan tahun lalu,’’ kata Sisyani Jaffar.

Kemarin petugas mulai melakukan persiapan menghadapi lonjakan pemudik. Yaitu, dengan membuka Posko Angkutan Udara Lebaran di lobi terminal 1 (T1) dan terminal 2 (T2) selama 19 hari. Posko itu dibuat untuk koordinasi petugas bandara. Termasuk membantu penumpang jika terjadi masalah.

Menurut Sisyani, arus balik diprediksi pada H+2 Lebaran. Diperkirakan ada 43 ribu penumpang.

Dishub Siapkan Rekayasa Lalin di Tempat Wisata

PUNCAK arus mudik diprediksi terjadi H-3 atau Rabu depan (19/4). Kondisi itu akan berdampak pada lengangnya jalanan di metropolis. Untuk saat ini, kepadatan lalu lintas di dalam kota masih terpantau normal. ’’Puncak arus mudik kemungkinan H-3. Karena ini bertepatan dengan dimulainya cuti bersama,’’ kata Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya Soesandi Ismawan.

Saat ini pihaknya mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mengurai kemacetan. Terutama pada akses menuju tempat destinasi wisata favorit. Mulai dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Sebab, saat Lebaran, keramaian massa akan beralih ke tempat hiburan.

Pihaknya sudah melakukan deteksi dini terkait kawasan yang rawan kemacetan. Jangan sampai badan jalan dijadikan tempat parkir. Kondisi itu bisa mengakibatkan kemacetan. Dampaknya pasti mengganggu kelancaran lalu lintas di area setempat. ’’Nanti ada beberapa rekayasa lalu lintas di tempat wisata,’’ jelas Soesandi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore