Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 14.00 WIB

Dukung Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Bulan Puasa, DPRD Surabaya: Asal Boleh Dibawa Pulang!

Suasana Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Suasana Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (MBG) telah mengumumkan bahwa program Makan Bergizi Gratis, yang sudah berjalan sejak awal Januari 2025, akan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan mendatang.
 
Ya, Ramadan menjadi momen yang dinanti-nanti oleh umat muslim setiap tahunnya. Pada bulan suci itu, umat muslim di dunia, termasuk Indonesia, menjalankan ibadah puasa dalam satu bulan penuh.
 
Keputusan BGN agar program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan, mendapat tanggapan positif dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni.
 
Hanya saja, Fathoni menyoroti adanya perbedaan jam belajar siswa selama bulan Ramadan. Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis juga perlu memperhatikan kondisi siswa yang berpuasa.
 
 
“Karena itu, saya usul agar MBG diberikan dalam bentuk yang lebih fleksibel. Misalnya, susu kemasan, buah atau kurma yang bisa dibawa pulang oleh siswa untuk berbuka puasa bersama keluarga,” tuturnya, Kamis (30/1).
 
Lebih lanjut, Fathoni menilai konsep membawa pulang kotak Makan Bergizi Gratis ke rumah adalah ide yang bagus. Sebab, tidak semua siswa di sekolah beragama muslim. Banyak juga yang beragama non muslim.
 
Dengan membawa pulang makanan, para siswa tetap bisa menikmatinya bersama keluarga, tanpa terpengaruh jadwal berbuka puasa. Ini bentuk pembelajaran toleransi yang bisa kita tanamkan sejak dini.
 
“Bulan suci Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, berbagi, dan gotong-royong. Program MBG harus menjadi bagian dari semangat ini,” imbuh politikus Partai Golkar itu.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, pemberian makan bergizi untuk anak-anak harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, meski di bulan Ramadan, MBG tetap akan berlangsung.
 
 
"Bulan Ramadan pun kami, Badan Gizi Nasional akan tetap menyelenggarakan (MBG). Karena itu bagian yang penting dan bagian yang ditunggu oleh anak-anak," ujar Dadan di Jakarta pada Senin (20/1) lalu.
 
Nantinya, lanjut Dadan, di sekolah siswa yang masuk dalam penerima manfaat tetap mendapat jatah satu porsi makan. Hanya saja, makanan tidak dimakan di sekolah, melainkan dibawa pulang.
 
"(Sementara untuk pelaksanaan MBG selama Ramadan di pesantren akan lebih mudah. Kenapa? karena aktivitas masak akan seperti biasa dan akan dibagikan pada saat buka," tandas Dadan. (*)
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore