Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Januari 2025 | 16.38 WIB

Kritisnya Waduk Bunder, Plengsengan Sudah Miring, Jalur Pembuangan Penuh

RAWAN JEBOL: Permukaan air Waduk Banjaranyar atau Waduk Bunder sudah lebih tinggi dari Jalan Gresik - Lamongan. Di beberapa titik, rembesan air mulai menggenangi jalan. (Galih Wicaksono/Jawa Pos) - Image

RAWAN JEBOL: Permukaan air Waduk Banjaranyar atau Waduk Bunder sudah lebih tinggi dari Jalan Gresik - Lamongan. Di beberapa titik, rembesan air mulai menggenangi jalan. (Galih Wicaksono/Jawa Pos)

JawaPos.com - Volume air di Waduk Banjaranyar atau Waduk Bunder nyaris penuh. Debit air nyaris sampai ke permukaan waduk yang memiliki luas 92 hektare itu. Kondisi itu dapat dikatakan sudah lebih tinggi dibanding permukaan Jalan Raya Gresik - Lamongan.

Kondisi itu membuat warga khawatir. Apalagi plengsengan semakin miring dan berpotensi bocor. Pantauan Jawa Pos menunjukkan kemiringan plengsengan paling parah terjadi di sisi utara. Tepatnya di sebelah timur Gapura Naga Giri dan pos polisi. Di lokasi itu tembok plengsengan terlihat menjorok ke pematang jalan. Sementara tanggul tanah di dalam plengsengan sudah terendam air.

Kondisi ini bukan hal baru bagi warga, karena plengsengan beton tersebut sudah miring sejak beberapa waktu lalu. Namun, dengan debit air waduk yang hampir penuh membuat warga setempat merasa semakin khawatir. “Miringnya sudah parah. Air sudah mengalir deras hingga membasahi halaman Gapura Naga Giri,” ungkap Arik Wartono, salah satu warga.

Waduk ini dilengkapi dengan beberapa pintu air, tetapi sungai untuk pembuangan di sisi timur dan selatan juga sudah penuh. Di sisi barat, aliran air tampak terhenti karena sungai sudah meluap. “Air waduk tidak bisa dibuang ke sungai karena sungainya sudah penuh,” tambah Arik.

Salah satu jalur pembuangan air waduk mengarah ke Desa Tebaloan. Namun, pada 29 Januari kemarin, permukaan air sungai di sana sudah setara dengan tambak di sekitarnya.

Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Anwar mengungkapkan bahwa akan ada perencanaan pengerukan pada tahun 2025, tergantung pada alokasi anggaran dari APBN. “Kami akan terus melakukan pemeliharaan dan evaluasi,” ujarnya.

Terkait plengsengan, pihak BBWS berencana melakukan survei dan analisa untuk menentukan langkah pemeliharaan yang tepat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, juga mengingatkan bahwa plengsengan di Waduk Bunder berisiko jebol akibat tekanan air yang besar. Dia menekankan pentingnya mencari solusi, mengingat semua titik pembuangan ke sungai sudah dalam kondisi penuh. “Ini yang harus dicarikan solusinya,” tegasnya. (son)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore