JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius menjaga kerukunan antar umat beragama. Setiap menjelang perayaan umat beragama, tempat-tempat ikonik di Kota Pahlawan dihiasi dengan dekorasi menarik.
Seperti Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada Rabu (29/1). Menyambut perayaan itu, ornamen berwarna merah emas, lengkap dengan dekorasi bertemakan Tahun Ular Kayu, terpajang indah di Halaman Balai Kota Surabaya.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, dekorasi yang dibuat menyesuaikan tema besar perayaan.
"Kami melakukan pemasangan ornamen berupa lampion di Halaman Balai Kota dan Jalan Tunjungan. Untuk dekorasi di Balai Kota, kita menyesuaikan tema Tahun Baru Imlek 2576, yaitu Tahun Ular Kayu," ujarnya, Kamis (23/12).
Myrna menuturkan ada 100-200 lampion yang terpasang di Jalan Tunjungan dan Halaman Balai Kota. Pihaknya juga melakukan pembenahan lampion-lampion yang rusak di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun dan Jalan Karet.
“Lampion di sana beberapa rusak karena kesundul truk yang lewat, yang mana muatannya melebihi tinggi seharusnya. Sehingga, itu yang kami cek untuk diperbaiki, yang masih bagus (lampionnya) kami pertahankan,” imbuh Myrna.
Selain empat lokasi tersebut, DLH Surabaya juga berencana memasang ornamen dan dekorasi Tahun Baru Imlek, di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dan di Jembatan Jalan Yos Sudarso Surabaya.
Menurutnya, pemasangan ornamen dan dekorasi bertemakan Tahun Baru Imlek merupakan salah satu wujud toleransi yang dijunjung oleh Pemkot dan masyarakat Kota Surabaya.
"Masyarakat di Surabaya ini berasal dari banyak suku, ras, dan agama yang hidup berdampingan. Lewat dekorasi hari raya keagamaan, kami ingin mewujudkan Surabaya sebagai kota toleransi antar umat beragama," tandas Myrna.