JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melaksanakan berbagai proyek infrastruktur yang dirancang untuk mengatasi kemacetan, meningkatkan aksesibilitas, serta memperbaiki layanan transportasi umum sepanjang 2024.
Berikut adalah rangkuman proyek-proyek utama yang dilaksanakan:
1. Penataan Bundaran Dolog Bebas Macet
Pada April 2024, Pemkot Surabaya mengambil langkah strategis dengan menempuh jalur konsinyasi untuk percepatan pembebasan lahan di Bundaran Dolog. Jalur konsinyasi ini memungkinkan pemerintah segera melanjutkan pelebaran jalan dan penataan ulang bundaran guna mengurangi kemacetan yang sering terjadi di area tersebut. Proyek ini difokuskan pada pengoptimalan sirkulasi lalu lintas serta meningkatkan kapasitas jalan tanpa mengorbankan keamanan pejalan kaki. Langkah ini diperkirakan dapat mengurangi waktu tempuh kendaraan hingga 20% di kawasan tersebut.
2. Penertiban Parkir Liar
Parkir liar menjadi salah satu penyebab kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Sepanjang tahun ini, Dishub Surabaya melakukan lebih dari 1.000 kali operasi penertiban di area seperti Jalan Tunjungan, Jalan HR Muhammad, dan Jalan Manyar Kertoarjo. Dishub juga memberikan sanksi tegas berupa penggembokan atau pengangkutan kendaraan yang parkir sembarangan. Selain itu, Dishub menyediakan area parkir resmi, termasuk di kawasan perbelanjaan dan perkantoran, guna memberikan alternatif yang nyaman bagi warga.
3. Pengaspalan dan Overlay Jalan
Program pengaspalan dan overlay jalan menjadi prioritas Pemkot untuk memastikan kenyamanan berkendara. Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Raya Darmo, Wiyung, dan Dupak diperbaiki dengan teknik overlay untuk meningkatkan daya tahan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan. Total 50 kilometer jalan telah di-overlay sepanjang tahun ini, yang turut mempercepat arus lalu lintas di beberapa titik macet utama.
4. Terowongan TIJ-KBS
Terowongan pejalan kaki yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) mulai dioperasikan pada Desember 2024. Dengan desain modern dan ramah lingkungan, terowongan ini tidak hanya mempermudah akses bagi pengunjung tetapi juga mengurangi kemacetan di Jalan Diponegoro. Terowongan ini dilengkapi fasilitas seperti jalur ramah disabilitas, CCTV, dan penerangan LED yang hemat energi.
5. Penambahan Armada Bus Sekolah
Sebagai bagian dari komitmen mendukung transportasi ramah lingkungan, Dishub Surabaya menambah 10 armada bus sekolah baru pada 2024. Bus ini melayani rute strategis di Surabaya Barat, Timur, dan Selatan. Selain itu, layanan bus sekolah berhasil mengangkut 5.665 siswa selama November 2024. Penambahan ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar sehingga berkontribusi pada pengurangan kemacetan, khususnya di pagi dan sore hari.
6. Perubahan Rute JLLT
Perubahan rute proyek Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) menjadi salah satu kebijakan strategis tahun ini. Fokus perubahan rute bukan hanya untuk efisiensi biaya, tetapi juga untuk mengurai kemacetan di kawasan MERR dan akses Pelabuhan Tanjung Perak. Rute baru ini didesain agar langsung terhubung dengan jalan utama dan area industri, sehingga memfasilitasi kendaraan berat tanpa mengganggu lalu lintas perkotaan. Perubahan ini diperkirakan mampu menurunkan beban lalu lintas di Surabaya Timur hingga 30%.
7. Proyek Underpass Taman Pelangi
Proyek underpass di Bundaran Taman Pelangi difokuskan pada pembebasan lahan dan pemindahan utilitas saluran sepanjang 2024. Pemkot memprioritaskan pengalihan saluran air dan kabel bawah tanah agar pengerjaan fisik underpass dapat dimulai pada 2025. Dengan adanya underpass ini, arus lalu lintas dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Wonokromo akan lebih lancar, mengurangi antrean kendaraan yang kerap memakan waktu hingga satu jam pada jam sibuk.
8. Pembangunan Jalan Radial Road
Radial Road yang menghubungkan Jalan Lontar ke Jalan Yono Soewoyo mulai difungsikan pada akhir 2024. Dengan panjang sekitar 3 kilometer, Radial Road diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Lontar hingga 30%. Proyek ini juga bertujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas di Jalan HR Muhammad dan Jalan Mayjen Sungkono. Radial Road dilengkapi dengan jalur pedestrian dan drainase memadai, sehingga menjadi solusi jangka panjang untuk perkembangan kawasan Surabaya Barat.
9. Penyelesaian Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB)
Pemkot Surabaya mendorong percepatan pembangunan JLLB untuk mendukung konektivitas di kawasan barat kota. Jalan ini menjadi jalur alternatif bagi kendaraan berat yang selama ini melewati jalan utama. Dengan lebar jalan mencapai 30 meter, JLLB dirancang untuk menampung arus kendaraan tinggi tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
10. Pembangunan Flyover dan Underpass di Titik-Titik Kritis
Pemkot Surabaya juga fokus pada pembangunan flyover dan underpass di titik-titik kritis yang sering mengalami kemacetan, seperti di perempatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Mayjen Sungkono dan perempatan Jalan HR Muhammad-Jalan Raya Darmo. Pembangunan ini bertujuan untuk mengurangi antrean kendaraan dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas. Diperkirakan, proyek ini akan selesai pada pertengahan 2025 dan dapat mengurangi waktu tempuh di area tersebut hingga 50 persen.
Dengan berbagai proyek tersebut, Pemkot Surabaya terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi tantangan kemacetan. Upaya ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga, menciptakan kota yang lebih nyaman, efisien, dan terintegrasi. (*)