Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 13.41 WIB

Awan CB dan Pasang Laut jadi Penyebab Banjir Parah Surabaya, Ini Penjelasan BMKG!

 
 

Mobil damkar dikerahkan membantu mengatasi banjir di Kota Surabaya. (Pemkot Surabaya/Antara)

 
JawaPos.com - Memasuki musim penghujan, cuaca ekstrem kerap melanda Kota Surabaya. Bahkan dua hari terakhir ini, hujan deras disertai angin mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Pahlawan.
 
Banjir pun tak terelakkan. Lalu Lintas di beberapa ruas jalan sempat lumpuh akibat tingginya genangan air. Diperparah dengan kiriman air dari dataran tinggi yang membuat sungai di Surabaya meluber.
 
"Sungai-sungai di Surabaya itu hilir. Kemarin itu sudah penuh, akhirnya tidak bisa nampung (air dari Surabaya), karena sudah menampung aliran dari Mojokerto, Jombang," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (25/12).
 
Sementara itu, Koordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto tidak memungkiri bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu banjir parah di Surabaya.
 
Mulai dari terbentuknya awan cumulonimbus (CB), yang dipengaruhi fenomena gelombang kelvin dan rossby di atmosfer. Hal itu membuat massa uap air yang berada di atmosfer Surabaya bertambah.
 
"Kemudian ada juga pengaruh konvergensi di laut Jawa. Nah daerah konvergensi ini bisa menambah intensitas pembentukan awan hujan atau cumulonimbus secara signifikan,” ujar Ady dalam keterangannya, Rabu (25/12).
 
Pembentukan awan CB disertai gelombang kelvin dan rossby ini, membuat intensitas curah hujan akan semakin tinggi. Ady menyebut awan ini seringkali terjadi di langit Surabaya pada sore hingga menjelang malam. 
 
Selain pembentukan awan CB, kondisi pasang air laut juga turut menjadi salah satu faktor. Bahkan fenomena ini justru berpotensi memperparah banjir di Surabaya, lantaran air tidak bisa mengalir bebas ke laut.
 
“Jadi dia (air laut) terhambat, jadi tidak ada aliran ke laut, sehingga mengapa banyak laporan dari masyarakat terjadinya banjir, karena berbarengan dengan adanya pasang air laut," tukasnya.
 
 
Sebelumnya, hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak Selasa sore (24/12). Keesokan harinya, Rabu (25/12) hujan deras kembali mengguyur beberapa wilayah pada sore hari. Namun tidak sederas hari Selasa.
 
Akibat guyuran hujan Selasa kemarin, beberapa wilayah dilanda banjir parah. Ketinggian genangan air mencapai 80 centimeter, seperti di Jalan Semolowaru Elok Blok O. Kemudian Jalan Gayungsari Timur sempat setinggi 50 centimeter. 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore