Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 12.57 WIB

Makan Bergizi di Surabaya, Penjual Warung: Mana Cukup Rp 10 Ribu Dapat Ayam?

Pilihan menu makan bergizi seharga Rp 10 Ribu di warung makan Kota Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pilihan menu makan bergizi seharga Rp 10 Ribu di warung makan Kota Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com–Presiden Prabowo Subianto resmi memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis. Dari yang awalnya Rp 15 Ribu per porsi menjadi Rp 10 per satu porsi per hari. Kabar itu sontak menuai perdebatan.

Pasalnya, sejak pertama dikenalkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat kampanye, Makan Bergizi Gratis digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi masalah gizi buruk (stunting) di Indonesia.

”Kita ingin Rp 15 ribu, tetapi kondisi anggaran mungkin Rp 10 ribu kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,” ujar Prabowo di Kantor Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).

Lantas dengan anggaran Rp 10 Ribu per porsi per hari, apakah menu makanan yang disajikan tetap memprioritaskan gizi dan nutrisi anak? Minimal makanan 4 sehat 5 sempurna (nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan, dan susu).

JawaPos.com mengunjungi salah satu warung makan di daerah Gubeng, Surabaya, untuk mengetahui menu apa yang didapat dengan uang Rp 10 Ribu. Kepada penjual warung, Heru Dwi Prasetyo, 30, JawaPos.com meminta untuk disajikan 3 pilihan menu. Masing-masing menunya seharga Rp 10 Ribu.

Meski sempat kebingungan di awal untuk meracik menu makan seharga Rp 10 ribu, tiga pilihan menu itu terjadi dalam waktu kurang dari 15 menit.  Lauknya beragam, mulai dari sayur-mayur, tahu, tempe, hingga gorengan.

Pilihan menu pertama ada nasi setengah porsi, nugget, tahu balado, dan manisa (labu siam). Pilihan menu kedua ada nasi setengah porsi, orek tempe, perkedel, sayur sop. Lalu menu ketiga ada nasi setengah porsi, sayur sawi putih, bakwan, dan otak-otak balado.

Tiga pilihan menu yang diracik Heru tersebut pas seharga Rp 10 Ribu. Untungnya, porsi nasi di warung makan ini bisa disesuaikan. Bisa satu porsi dengan harga Rp 5 ribu atau setengah porsi nasi Rp 4 ribu.

”Kalau di sini, semua jenis sayur-mayur harganya Rp 2 ribu. Tahu sambal Rp 3 ribu, otak-otak Rp 3 ribu, orek tempe Rp 2 ribu, perkedel Rp 2 ribu, terus gorengan bakwan Rp 1 ribu,” terang Heru, lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, itu.

Ketiga ditanya mengapa dari tiga pilihan menu yang disajikan tidak ada lauk pauk protein hewani, seperti ayam, ikan, dan telur. Heru menuturkan bahwa uang Rp 10 ribu tidaklah cukup. Sebab, satu lauk ayam tepung goreng tanpa nasi saja dijual dengan harga Rp 9 ribu. Sementara harga lauk pauk telur (telur dadar maupun balado) itu dijual Rp 5 ribu. Lalu lauk ikan dengan harga Rp 8 ribu.

”Kalaupun maksa, ya lauknya satu saja. Misal satu porsi nasi dengan lauk pauk telur itu pas Rp 10 ribu, jadi tanpa sayur. Atau bisa juga lauk ikan tapi porsi nasinya dikurangi lagi,” imbuh Heru.

Heru menuturkan warung makan tempat dia bekerja memang tidak membuat harga paketan. Pembeli dibebaskan untuk memilih lauk pauk apa saja yang dipajang di etalase. Artinya porsi makan menyesuaikan.

Segimana pembeli aja. Kalau mahasiswa biasanya beli Rp 12 ribu itu sudah lauk telur, sayur, dan sambal. Untuk minumannya, kalau mau hemat air putih, di sini digratiskan,” tukas Heru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore