
Pansus raperda pembentukan Perseroda Yekape Surabaya sedang rapat. (Galih Adi Prasetyo/Jawa Pos)
JawaPos.com - Panitia Khusus (Pansus) raperda pembentukan perusahaan perseroan daerah (Perseroda) Yekape Surabaya dimulai oleh Komisi C DPRD Surabaya Kamis (5/12). Pembentukan raperda ini akan semakin memperkuat posisi Yekape Surabaya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang properti tersebut dianggap memiliki prospek untuk memberikan pemasukan besar bagi Pemkot Surabaya.
“Tadi kami sudah mulai rapat. Yang pertama kami pasti mengecek secara detail aspek substantif di reperda itu. Tentu publik punya harapan besar bahwa transformasi Yekape Surabaya bisa memberikan kontribusi maksimal ke Pemkot Surabaya dan masyarakat,” ujar Ketua Pansus Eri Irawan.
Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses transformasi Yekape Surabaya. Pertama, soal tata kelola perseroda. Usaha itu harus bisa menerapkan good corporate governance (GCG). Kedua, masa depan bisnis dari BUMD.
"Pansus berharap Yekape Surabaya mampu lebih mewarnai industri properti di Kota Surabaya dengan kinerja yang meningkat secara signifikan," ujar Politisi PDIP itu.
Sebelum melangkah ke transformasi, sejumlah poin menjadi perhatian untuk segera diselesaikan manajemen. Seperti keberadaan land banking. Ini menjadi kunci bagi jalannya industri properti secara berkelanjutan.
"Aspek ini penting karena land banking menjadi modal pengembangan usaha ke depan. Proyek apa saja yang akan dijalankan. Rencana bisnisnya seperti apa harus jelas," katanya.
Selama ini dia mengakui bahwa Yekape Surabaya belum mampu mengeksplorasi potensinya. Padahal bidang properti di Surabaya seharusnya membuka peluang besar untuk berkembang. Harapannya ketika menjadi BUMD maka prospek bisnis akan semakin besar.
"Tentu dengan melihat kekuatan aset Yekape saat ini yang sebenarnya juga telah memiliki ruang ekspansi permodalan. Tetapi begitu kami cek, ternyata ekspansi Yekape sangat minim. Padahal potensinya ada, termasuk potensi mendapat pembiayaan karena misalnya debt to equity ratio-nya masih memiliki ruang yang sangat cukup untuk itu,” papar Eri.
Selain itu, menurutnya jajaran manajemen harus mampu menerjemahkan visi dan kebijakan strategis Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bahwa BUMD itu harus transformatif dan keluar dari zona nyamannya. “Jika tidak transformatif seperti harapan Pak Eri Cahyadi, Yekape hanya akan bergerak di zonanya. Tentu kinerjanya hanya akan mampu memberi dividen Rp 17 miliar. Padahal potensinya untuk bisa memberi dividen lebih besar dapat dilakukan asal bisnisnya terus ekspansif,” terang Eri.
Sementara itu Dirut PT Yekape Surabaya Hermien Rosita mengatakan, saat ini aset yang dikelola pihaknya mencapai luas 200 hektare. Dari jumlah itu baru 30 hektare saja yang termanfaatkan untuk properti. Proyek-proyek berikutnya akan dijalankan apalagi ketika sudah menjadi perseroda.
"Nanti aset-aset pemkot juga akan dikelola sebagai bagian dari upaya pengembangan aset daerah. Agar memberikan manfaat maksimal untuk pemasukan daerah," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
