Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 01.30 WIB

Prospek Pemasukan di Bidang Properti Cukup Besar, DPRD Perkuat Posisi Yekape Surabaya sebagai BUMD

Pansus raperda pembentukan Perseroda Yekape Surabaya sedang rapat. (Galih Adi Prasetyo/Jawa Pos) - Image

Pansus raperda pembentukan Perseroda Yekape Surabaya sedang rapat. (Galih Adi Prasetyo/Jawa Pos)

JawaPos.com - Panitia Khusus (Pansus) raperda pembentukan perusahaan perseroan daerah (Perseroda) Yekape Surabaya dimulai oleh Komisi C DPRD Surabaya Kamis (5/12). Pembentukan raperda ini akan semakin memperkuat posisi Yekape Surabaya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang properti tersebut dianggap memiliki prospek untuk memberikan pemasukan besar bagi Pemkot Surabaya.

“Tadi kami sudah mulai rapat. Yang pertama kami pasti mengecek secara detail aspek substantif di reperda itu. Tentu publik punya harapan besar bahwa transformasi Yekape Surabaya bisa memberikan kontribusi maksimal ke Pemkot Surabaya dan masyarakat,” ujar Ketua Pansus Eri Irawan.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses transformasi Yekape Surabaya. Pertama, soal tata kelola perseroda. Usaha itu harus bisa menerapkan good corporate governance (GCG). Kedua, masa depan bisnis dari BUMD.

"Pansus berharap Yekape Surabaya mampu lebih mewarnai industri properti di Kota Surabaya dengan kinerja yang meningkat secara signifikan," ujar Politisi PDIP itu.

Sebelum melangkah ke transformasi, sejumlah poin menjadi perhatian untuk segera diselesaikan manajemen. Seperti keberadaan land banking. Ini menjadi kunci bagi jalannya industri properti secara berkelanjutan.

"Aspek ini penting karena land banking menjadi modal pengembangan usaha ke depan. Proyek apa saja yang akan dijalankan. Rencana bisnisnya seperti apa harus jelas," katanya.

Selama ini dia mengakui bahwa Yekape Surabaya belum mampu mengeksplorasi potensinya. Padahal bidang properti di Surabaya seharusnya membuka peluang besar untuk berkembang. Harapannya ketika menjadi BUMD maka prospek bisnis akan semakin besar.

"Tentu dengan melihat kekuatan aset Yekape saat ini yang sebenarnya juga telah memiliki ruang ekspansi permodalan. Tetapi begitu kami cek, ternyata ekspansi Yekape sangat minim. Padahal potensinya ada, termasuk potensi mendapat pembiayaan karena misalnya debt to equity ratio-nya masih memiliki ruang yang sangat cukup untuk itu,” papar Eri.

Selain itu, menurutnya jajaran manajemen harus mampu menerjemahkan visi dan kebijakan strategis Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bahwa BUMD itu harus transformatif dan keluar dari zona nyamannya. “Jika tidak transformatif seperti harapan Pak Eri Cahyadi, Yekape hanya akan bergerak di zonanya. Tentu kinerjanya hanya akan mampu memberi dividen Rp 17 miliar. Padahal potensinya untuk bisa memberi dividen lebih besar dapat dilakukan asal bisnisnya terus ekspansif,” terang Eri.

Sementara itu Dirut PT Yekape Surabaya Hermien Rosita mengatakan, saat ini aset yang dikelola pihaknya mencapai luas 200 hektare. Dari jumlah itu baru 30 hektare saja yang termanfaatkan untuk properti. Proyek-proyek berikutnya akan dijalankan apalagi ketika sudah menjadi perseroda.

"Nanti aset-aset pemkot juga akan dikelola sebagai bagian dari upaya pengembangan aset daerah. Agar memberikan manfaat maksimal untuk pemasukan daerah," ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore