Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Oktober 2024 | 20.06 WIB

28 Kabupaten/Kota Jatim Masih Kekeringan, Distribusi Air Di Malang Tembus 1 Juta Liter

BANTUAN DARURAT: Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (JAWA POS RADAR MALANG) - Image

BANTUAN DARURAT: Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (JAWA POS RADAR MALANG)

JawaPos.com – Bencana kekeringan masih melanda berbagai daerah di Jawa Timur. Sejauh ini, sedikitnya 28 kabupaten/kota di Jatim ini telah menetapkan status tanggap darurat.

Lebih dari 900 desa tengah mengalami krisis air. Saat ini, distribusi air bersih menjadi solusi sementara bagi wilayah-wilayah terdampak.

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sudah mengalokasikan bantuan tak terduga (BTT) bagi daerah-daerah yang mengalami krisis air.

“Ini untuk mencukupi kebutuhan air bagi warga selama musim kemarau berlangsung,” katanya.

Namun, Gatot menambahkan bahwa solusi ini hanya bersifat jangka pendek. Ke depan, yang perlu dilakukan adalah pencarian sumber mata air baru di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.

Di sejumlah daerah yang paling terdampak, krisis air yang melanda memang cukup parah. Salah satunya di Kabupaten Malang. Selama sebulan terakhir, BPBD Kabupaten Malang telah mendistribusikan air bersih sebanyak satu juta liter.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, misalnya, total ada 10 desa yang terdampak kekeringan. Setiap desa mendapatkan pasokan air bersih mulai dari 5.000 liter hingga 25.000 liter. Begitu juga di Kecamatan Donomulyo, ada empat desa yang mengalami krisis air.

“Saat ini, sebanyak 1 juta 88 ribu liter air sudah kami distribusikan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Malang, R. Ichwanul Muslimin.

Di Ponorogo, BPBD setempat mencatat ada 1.569 jiwa yang kesulitan air bersih, tersebar di 14 desa di tujuh kecamatan. Sejak Juli hingga Oktober, BPBD Ponorogo telah mendistribusikan 882 ribu liter air bersih.

“Kami terus mengirimkan air bersih secara berkala, karena kami juga menerima laporan adanya wilayah kekeringan baru akhir-akhir ini,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun.

Di Pacitan, bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah berdampak signifikan pada sektor pertanian. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, dari total lahan seluas 12.783 hektare, sekitar 11,5 hektare di antaranya terdampak kekeringan sejak Juni lalu.

Untuk mengatasi kondisi ini, Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan bahwa mereka akan memaksimalkan pemanfaatan potensi air yang ada agar usaha pertanian tetap bisa berjalan. (kkn/hen/aff/gen/kid/hyo/sat/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore