
Bus listrik Electric City Bus yang beroperasi di Surabaya./Pemkot Surabaya
JawaPos.com - Surabaya kini resmi telah memiliki bus listrik yang bisa digunakan masyarakat setempat sebagai salah satu pilihan moda transportasi umum.
Bus listrik dengan nama 'Electric City Bus' ini baru dilaunching bulan ini dan akan dioperasikan seluruhnya secara bertahap hingga November mendatang.
Sebagai informasi, bus listrik 'Electric City Bus' dilaunching Pemkot Surabaya bersamaan dengan penambahan armada Feeder Wira Wiri di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Senin (23/9).
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan yang mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat launching bus tersebut, tujuan operasional 'Electric City Bus' dan penambahan armada Wira Wiri bertujuan untuk mengurangi kemacetan, dan mengurangi polusi, serta memberi kenyamanan masyarakat dalam mengakses angkutan umum.
"Sasaran kita menambah armada untuk mengurai kemacetan dan polusi. Kita tahu di Surabaya ini sudah banyak taman, tetapi diharapkan dengan penggunaan bus listrik bisa lebih mengurangi lagi," ujar Ikhsan seperti dikutip dari laman Pemkot Surabaya.
Ia berharap adanya penambahan armada ini bisa membuat masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Ia menambahkan Electric City Bus ini akan melayani rute Terminal Purabaya - Terminal Bratang - Kampus A Unair - Kampus C Unair karena pihaknya menerima banyak permintaan untuk mengisi rute tersebut.
Sedangkan rute tambahan feeder Wira Wiri akan melayani empat rute, yaitu, Sier - Kota Lama, Terminal Keputih - Kota Lama, Terminal Bratang - Shelter Bulak, Terminal Menanggal - Terminal Manukan.
Bus listrik medium berkapasitas 26 orang tersebut juga dilengkapi beberapa fasilitas antara lain fasilitas khusus penumpang disabilitas dan tempat duduk khusus perempuan serta lansia.
"Bus ini juga berbasis digital, sehingga pembayaran bisa menggunakan scan QR. Penumpang cukup menyediakan kartu non-tunai atau aplikasi. Tarifnya sama Rp 5 ribu berlaku per dua jam," terangnya.
Penambahan unit bus listrik untuk rute
Purabaya - Kampus C Unair ini diharapkan bisa mengurangi waktu tunggu antar bus yang semula 15 menit menjadi 10 menit dengan waktu tunggu 20 menit di ujung rute.
"20 menit waktu tunggu di ujung itu juga untuk menambah daya. Jadi sekali jalan bus listrik ini langsung mengisi daya tidak menunggu sampai habis," tambahnya.
Meski sudah dilaunching, Dishub Surabaya tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi dalam dua minggu sekali.
"Karena kita memang mau merintis dulu permintaanya bagaimana, antusiasnya bagaimana dan lainnya. Untuk itu akan dioperasionalkan bertahap," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
