
Ilustrasi Gempa Bumi. (Dimas PradiptaJ/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pusat penelitian mitigasi kebencanaan dan perubahan iklim (MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merekomendasikan tiga gagasan bangunan tahan gempa. Ide itu bertujuan mengantisipasi terjadinya gempa megathrust dan mengurangi risikonya.
Kepala Pusat Penelitian MKPI ITS Prof Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD mengatakan, prinsip membangun rumah tahan gempa ada pada standar nasional Indonesia (SNI) 1726; 2019. Namun, para peneliti di ITS memiliki beragam penelitian yang dikembangkan sesuai kondisi di lapangan. Salah satunya, penelitian yang digagas Ahmad Basshofie Habieb.
”Dia merekomendasikan hunian sederhana ramah gempa,” katanya. Basshofie memberikan alternatif penguatan bangunan rumah.
Salah satunya dengan kawat anyam, paku payung, dan plesteran. Selain itu, juga penguatan dengan bambu, PP band, campuran pasir dan limbah karet untuk peredam gempa.
”Prinsipnya itu dapat membantu menahan bangunan agar tidak runtuh sehingga menyebabkan korban jiwa. Biayanya juga lebih murah,” imbuhnya.
Usul kedua disampaikan Prof Tavio. Dia memiliki ide pembangunan rumah sederhana 1–2 lantai. Rumah itu dilengkapi peredam dari karet untuk mengurangi risiko gempa. Peredam karet tersebut, kata Adjie, diibaratkan suspensi mobil.
”Selain menjadi rumah tahan gempa, goyangannya juga tidak besar karena ada peredam dari karet itu,” kata Adjie.
Anjuran ketiga yang direkomendasikan MKPI adalah menambah ketangguhan bangunan tinggi atau bertingkat.
”Tiga ide dari MKPI itu yang diberikan sebagai solusi untuk mengurangi risiko dari dampak gempa megathrust,” ujarnya.
Adjie menjelaskan, megathrust adalah ancaman. Namun, ancaman tersebut tidak bisa dihindari. Risiko tidak melulu tentang ancaman, tetapi juga tentang kapasitas dan kerentanan.
”Bagaimana kita punya kemampuan untuk mengurangi dampak dari ancaman itu tadi. Salah satunya dengan hunian tahan atau ramah gempa,” jelasnya.
Tim peneliti MKPI ITS, lanjut Adjie, sudah menyosialisasikan tiga ide rumah tahan gempa tersebut. Fokusnya meminimalkan risiko jika terjadi gempa.
”Harapan kami tentunya, ide dan rekomendasi MKPI ini bisa ditindaklanjuti di lapangan, bisa dibantu pemerintah atau swasta serta kelompok-kelompok masyarakat,” katanya. (ayu/c6/aph)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
