
Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi menemui massa aksi kawal putusan MK di Surabaya. (Dimas Nur/JawaPos.com)
JawaPos.com–Riuh para pendemo surut ketika Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi keluar dan menemui mereka di Jalan Indrapura Surabaya. Kader PDIP Surabaya itu naik ke mobil pendemo dan menyampaikan beberapa kalimat.
”Kami pada hakikatnya DPRD Jawa Timur, saya Kusnadi sebagai Ketua DPRD Jawa Timur mendukung sepenuhnya tuntutan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa dan masyarakat untuk tidak mengotak-atik MK. Putusan MK harus kita laksanakan, kami setuju dengan keputusan dengan MK,” tegas Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi di Surabaya.
Kusnadi menuturkan, tidak ada kata lain, DPRD Jawa Timur menyetujui dan mendukung sepenuhnya tentang keputusan MK yang harus dilaksanakan yang tinggal bergantung pada waktu beberapa hari.
”Itu keputusan tertinggi dan kita kawal untuk tidak diotak-atik,” tambah Kusnadi.
Pantauan JawaPos.com, kondisi aksi kawal RUU Pilkada putusan MK di Surabaya semakin memanas sekitar pukul 13.57. Massa pun mulai melempari botol ke arah petugas yang berjaga depan Gedung DPRD Jawa Timur di Indrapura, Surabaya.
Lemparan botol itu diawali dari barisan paling belakang massa yang tergabung seluruh elemen itu. Ada mahasiswa, masyarakat, hingga buruh.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi mengatakan, menyiagakan seluruh petugas untuk di semua tempat atau kantor pemerintahan. Seperti DPRD Surabaya, DPRD Provinsi Jawa Timur, hingga Grahadi untuk aksi kawal putusan MK.
”Ya disiagakan, semua dijaga untuk pengamanan aksi hari ini,” kata Haryoko saat dikonfirmasi JawaPos.com di Surabaya.
Jumlah massa lebih kurang ribuan itu mulai menyesaki Jalan Indrapura Surabaya sekitar pukul 12.58. Mereka turun ke jalan untuk kawal putusan MK.
”Keputusan MK keputusan mutlak. Hari ini, DPR kita telah mencederai konstitusi negara,” kata salah satu mahasiswa berorasi dengan lantang memakai TOA.
Selain berorasi dan memekikkan kata merdeka, massa aksi damai itu juga menyanyikan lagu menyindir keadilan di era pemerintahan Jokowi. ”Potong-potong roti, keadilan sidang mati. Rakyat dibohongi. Mahasiswa turun aksi,” seruan lagu orasi mahasiswa.
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Aulia Thaariq Akbar mengatakan, meski DPR RI mengklaim membatalkan sidang pengesahan RUU Pilkada, pihaknya tetap perlu menggelar aksi. Aksi hari ini untuk mengawal putusan MK No 60/PUU-XXII/2024 yang segera masuk dan jadi pedoman dalam pembuatan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
”Meskipun kita melihat wakil ketua DPR RI memastikan RUU Pilkada ini batal, kalau belum masuk dalam PKPU atau itu belum ada rilis secara resmi, kami sepakat tadi disampaikan juga tetap akan turun aksi,” tegas Aulia Thaariq Akbar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
