Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Agustus 2024 | 02.52 WIB

Upaya FK Unair Tekan Angka HIV dan Hepatitis Lewat Pengabdian Masyarakat

Guru Besar FK Unair Prof Dr Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp. Rad,. Subsp. NKL(K) berbicara mengenai liver pada kader kesehatan dan komunitas peduli HIV di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya.(Foto.Nadia) - Image

Guru Besar FK Unair Prof Dr Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp. Rad,. Subsp. NKL(K) berbicara mengenai liver pada kader kesehatan dan komunitas peduli HIV di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya.(Foto.Nadia)

JawaPos.com - Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menggelar pengabdian masyarakat (Pengmas) di Puskesmas Mulyorejo, Sabtu (10/8). Masih sejalan dengan tahun sebelumnya, tim pengmas mengangkat tema terkait HIV dan Hepatitis.

Kegiatan itu diisi langsung oleh Guru Besar FK Unair sekaligus spesialis radiologi Prof Dr Anggraini Dwi Sensusiati, dr. Sp. Rad,. Subsp. NKL(K). Prof Anggrek, sapaan akrabnya, ditemani spesialis penyakit dalam Brian Eka Rachman, dr., Sp.PD sebagai pemateri.

Tema yang diangkat kali ini adalah menyelamatkan generasi muda dari penyakit Hepatitis akibat HIV. Pasalnya menurut Prof Anggrek, kini usia penderita HIV dan Hepatitis semakin muda. Goal-nya adalah penurunan angka Hepatitis dan HIV.

Apalagi saat ini virus HIV bisa dikendalikan dengan obat-obatan. Bahkan anak yang terlahir dengan HIV juga punya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang layaknya anak sehat.

‘’Kita lihat tren usia penderitanya semakin lama semakin muda. Ketiga penyakit ini (HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C) seperti sudah satu paket, jika terdeteksi hepatitis B maka perlu dicek pula HIV-nya,” terang Prof Anggrek.

Peserta dari kader surabaya mendapat penyuluahan terkait diagnosa hingga terapi penderita Hepatitis karena HIV.

Kegiatan pengmas yang dilakukan FK Unair diharapkan bisa memberi pengobatan sedini mungkin agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah. "Pasalnya, kondisi HIV dan Hepatitis ini ujungnya bisa menjadi kanker liver yang kompleks dan penanganannya juga lebih mahal,” terang Prof Anggrek.

Sementara itu tahun lalu pengabdian masyarakat FK Unair mengangkat tema terkait HIV dengan infeksi otak. ‘’Sasarannya selalu kader kesehatan karena mereka merupakan agent of improvement. Kami juga melibatkan komunitas. Harapannya HIV ini bisa tertangani dengan baik karena masyarakatnya well-informed,” lanjutnya.

Hal itu diamini oleh Angga Yudha dari KDS Suara Berdaya Surabaya. Ia mengaku komunitasnya memiliki 14 pendamping ODHA yang kerap menemani penderita baru HIV. ‘’Karena yang pasti dialami pertama kali adalah shock berat. Sehingga penting untuk menguatkan mental mereka lebih dulu,” tuturnya.

Sementara kegiatan pengabdian masyarakat menjadi corong informasi yang krusial dibutuhkan masyarakat. Terutama terkait update ilmu kesehatan. ‘’Setiap ada kegiatan ini kami pasti ikut dan kita bagikan ke teman-teman,” lanjutnya.

Guru Besar FK Unair Prof Dr Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp. Rad,. Subsp. NKL(K) bercengkrama dengan peserta dari KDS Suara Berdaya Surabaya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 16.410 kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) baru di Indonesia sepanjang 2023. Kemenkes mendefinisikan AIDS sebagai kumpulan gejala yang disebabkan oleh melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Pada 2023 kasus AIDS baru paling banyak ditemukan di Jawa Barat, yakni 2.575 kasus atau 16% dari total kasus baru nasional. Kasus baru terbanyak berikutnya ditemukan di Jawa Timur (2.432 kasus), dan Jawa Tengah (2.432 kasus). Di Surabaya sendiri sepanjang 2023 hingga Oktober, ada 1.122 orang terjangkit HIV. Jumlah ini meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore