Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 20.52 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Gagas Program Satu Rumah Satu Sarjana, Pengamat Sebut Keseriusan Pemkot Surabaya Tingkatkan Kualitas SDM

Ilustrasi wisuda sarjana, salah memilih jurusan jadi salah satu penyebab sarjana masuk ke dunia kerja - Image

Ilustrasi wisuda sarjana, salah memilih jurusan jadi salah satu penyebab sarjana masuk ke dunia kerja

JawaPos.com–Selama tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menggelontorkan Rp 138 miliar untuk program beasiswa pemuda tangguh. Program itu menjadi bagian dari program Satu Rumah Satu Sarjana bagi para mahasiswa yang masuk dalam kategori keluarga miskin.

Pengamat dan pemerhati pendidikan anak dari Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur Isa Ansori mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dengan gerakan dan program Satu Rumah Satu Sarjana. Itu menandakan keseriusan pemkot membantu peningkatan kualitas SDM Kota Surabaya.

”Utamanya mereka yang berada dalam kategori keluarga kurang mampu,” kata Isa Ansori.

Menurut Isa, langkah pemkot harus menjadi gerakan bersama masyarakat. Terutama, para stakeholder di dunia industri dan usaha. Sebab, mereka kelak menikmati peningkatan kualitas SDM tersebut.

”Gerakan gotong royong bersama, mewujudkan program tersebut adalah wujud kolaborasi dan sinergisitas yang merupakan karakter masyarakat Surabaya,” tegas Isa.

Isa berpendapat, pendidikan dan peningkatan kualitas SDM, merupakan upaya memotong mata rantai kemiskinan. Pihaknya mendukung program Satu Rumah Satu Sarjana yang digagas Wali Kota Eri.

Surabaya telah menunjukkan teladan. Kini, giliran kita menyebarkan semangat humanisme dan membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” imbuh Isa Ansori.

Isa menilai, program Satu Rumah Satu Sarjana lebih dari sekadar bantuan finansial. Program itu adalah wujud nyata investasi masa depan bangsa.

”Dengan menaruh perhatian pada pendidikan generasi muda, Surabaya menanam benih-benih kemajuan yang akan membawa perubahan positif bagi kota ini,” papar Isa Ansori.

Data Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbuporapar) Kota Surabaya mencatat, sampai tahun ini tak kurang dari 10.000 pemohon yang mengajukan program beasiswa pemuda tangguh. Pemerintah kota telah mengintervensi 3.100 mahasiswa dan akan menjadi 3.500 di akhir 2024.

”Tentu dibutuhkan lagi effort agar semua anak dan generasi muda Surabaya terlayani dan terfasilitasi kebutuhan peningkatan kualitas SDM nya,” jelas Isa.

Tantangan untuk maju bagi generasi muda atau Gen Z, telah disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi pada acara kelas inspirasi di Graha Unesa, Surabaya, Sabtu (4/6). Dia mendorong Gen Z di Kota Pahlawan untuk berani bermimpi dan gigih meraihnya meski menghadapi berbagai tantangan.

”Raihlah sebuah mimpi, Gen Z jangan mager atau malas. Gen Z tidak boleh menunggu, tapi bagaimana punya mimpi dan mengejar mimpi,” ujar Wali Kota Eri.

”Ketika mencoba mewujudkan mimpi dan gagal, jangan berhenti. Terus berusaha sampai meraih keberhasilan,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore