Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 17.26 WIB

Beri Sinyal Cawali Surabaya Harus Sevisi Dengan Cagub, Golkar Surabaya Gencarkan Pemenangan Khofifah-Emil

Konsolidasi pimpinan kecamatan dan kelurahan se-Surabaya di Kantor DPD Golkar Surabaya. - Image

Konsolidasi pimpinan kecamatan dan kelurahan se-Surabaya di Kantor DPD Golkar Surabaya.

JawaPos.com - Partai Golkar telah resmi memberikan rekomendasi untuk cagub Khofifah Indar Parawansa dan cawagub Emil Elistianto Dardak. Hal itu diikuti DPD Partai Golkar Surabaya untuk mulai menggaungkan nama keduanya di masyarakat.

Mereka menyebut gerakan masif pemenangan untuk pilgub itu sekaligus sinyal agar cawali yang maju di kontestasi Surabaya untuk mempertimbangkan pasangan yang satu gerbong dengan Khofifah.

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan sebanyak 31 pimpinan di tingkat kecamatan dan 153 pimpinan kelurahan telah dikumpulkan pada Senin malam (11/6). Mereka menggelar konsolidasi untuk mulai bergerak mengenalkan cagub dan cawagub yang diusung Partai Golkar.

Sebab partai pimpinan Airlangga Hartarto itu telah menentukan pilihan untuk mengusung mantan gubernur dan wakil gubernur itu.

"Kami meminta seluruh ketua kecamatan dan kelurahan Partai Golkar se Surabaya untuk bergerak serentak mensosialisasikan figur keduanya di masyarakat metropolis. Agar Golkar bisa berkontribusi secara aktif memenangkan pasangan Khofifah-Emil dalam pilkada jatim 27 November mendatang," paparnya usai membuka konsolidasi pimpinan kecamatan dan kelurahan se-Surabaya di Kantor DPD Golkar Surabaya.

Dia yakin keduanya bisa mengambil hati masyarakat. Bahwa saat gelaran pilkada dan pilpres, figur Khofifah bisa mendulang suara besar di Surabaya. Artinya dominasi Khofifah masih sangat berpengaruh di kota Pahlawan ini.

"Tentu otomatis siapa saja calon yang diusung dalam pilwali harus senafas dengan Bu Khofifah. Kalau gerbongnya sama, maka mudah dalam memenangkan pilwali di Surabaya," terang ketua Komisi A DPRD Surabaya itu.

Gerakan untuk pemenangan pilgub ini bukan berarti DPD Golkar Surabaya menyerah terhadap kontestasi pilwali. Namun, Toni menyebut ini menjadi gerakan untuk memanaskan mesin politik juga. Ketika DPP Golkar sudah mencetuskan nama yang diusung untuk pilwali Surabaya nanti, maka bisa langsung konsolidasi ke bawah.

Pilgub dan pilwali bisa saling beriringan. Persiapan yang lebih matang akan membuka peluang lebih besar untuk bisa memenangkan kontestasi.

"Memang untuk pilwali kami masih menunggu rajutan benang koalisi pilkada yg sedang diracik DPP Partai Golkar. Begitu rekom sudah turun untuk calon walikota dan wakil walikota yang diusung Golkar dan koalisinya paling tidak sudah siap mensosialisasikan kabar baik itu kepada seluruh masyarakat Surabaya," terangnya.

Sementara waktu, dia meminta pimpinan di level kecamatan dan kelurahan untuk menyuarakan nama Khofifah-Emil. Salah satunya menjalin komunikasi dengan muslimat Surabaya. Berkomunikasi intens dengan relawan Prabowo-Gibran saat pilpres lalu.

"Agar gerakannya bisa berlangsung sama dan terkoordinasi sehingga ada pembagian wilayah yang jelas dalam rangka memenangkan hati masyarakat. Karena itu kami juga ingin melangkah lebih awal," paparnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore