
Potongan Layar Nimas di Close The Door.
JawaPos.com–Nimas, korban penguntit asal Surabaya akhirnya buka suara. Nimas menceritakan bagaimana dikuntit Adi selama 10 tahun di Podcast Youtube Deddy Corbuzier.
Nimas mengungkapkan, jika dirinya dengan Adi tak pernah ada masalah apapun sampai bermula pemberian uang Rp 5.000. Dia memberikan uang Rp 5.000 itu karena merasa kasihan dengan Adi karena terlihat tak pernah jajan di kantin saat bersekolah di Surabaya.
”Saya ini sama orang lain juga begitu. Tidak pernah saya merasakan oh suka sama Adi tidak,” terang Nimas.
Nimas menuturkan, bertahun-tahun menahan rasa amarah dan berkali-kali sudah memaafkan Adi. Media sosialnya pun bernasib sama seperti perasaannya itu yang harus berkali-kali terhapus.
”Saya dikirimin berbagai chat yang tidak senonoh. Mantan pacar saya yang dulu-dulu juga diancam, Adi bilang kalau dirinya akan menikahi saya. Saya harus bagaimana lagi ke dia,” terang Nimas.
Nimas menyebutkan, Adi membuat akun Twitter atau X lebih kurang hingga 440 akun. Dia mengenal Adi pelaku penguntit saat keduanya duduk di bangku kelas 7 SMP di Surabaya. Keduanya satu kelas. Nimas menuturkan, saat itu, Adi duduk paling belakang.
”Saya ngelihat dia (Adi) kok jarang jajan, semua teman-teman satu kelas rata-rata jajan di kantin. Saya tanya ke Adi, kok nggak jajan. Ya nggak jajan katanya si Adi. Ya sudah saya berikan uang jajan Rp 5.000 ke Adi,” kenang Nimas di podcast Deddy Corbuzier Close The Door.
Nimas dan Adi pisah kelas saat keduanya naik kelas 8 dan 9 SMP di Surabaya. Selama satu kelas ketika kelas 7 SMP di Surabaya, Nimas menyebutkan dia dan Adi tak pernah saling berkomunikasi.
”Bahkan nyapa paling setahun sekali. Apalagi, saya kelas 8 dan 9 sudah berbeda kelas dengan si Adi ini,” ucap Nimas.
Dalam podcast tersebut, Nimas menyampaikan bahwa dirinya sudah mencoba berkali-kali menegaskan kepada Adi sebelum menyeret ke kasus hukum di Polda Jawa Timur di Surabaya. Dia telah meminta kepada Adi untuk berhenti mengganggu dan menguntitnya.
”Saya sudah bilang ke Adi, dikasih tahu baik-baik juga tidak bisa. Dikasih tahu cara manusia tidak bisa juga ya sudah,” tutur Nimas di Podcast Youtube Deddy Corbuzier.
Pada 2018, Nimas menyampaikan bahwa Adi pernah berdiri di depan rumahnya. Mulai pukul 01.00 hingga 04.00. Adi pergi ketika melihat tetangga-tetangga Nimas berangkat ke masjid.
”Saya sama orang rumah tahunya kalau Adi berdiri di depan rumah dari anak-anak yang nongkrong di sekitar. Anak-anak nongkrong bilang ke mama atau ke orang rumah, tadi ada orang berdiri lho,” jelas Nimas.
Kisah penguntitan oleh Adi kepada Nimas itu berlangsung selama 10 tahun. Diawali dengan Nimas yang memberikan uang Rp 5.000 kepada Adi saat keduanya masih duduk di bangku SMP di Surabaya.
Ternyata, pemberian uang Rp 5.000 itu dinilai lain oleh Adi. Nimas dinilai menyukai Adi. Adi pun terobesesi untuk mengejar Nimas. Sementara, Nimas merasa jika dirinya tak memiliki perasaan apapun kepada Adi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
