JawaPos.com - Pemkot Surabaya terus berupaya mencegah stunting dan gizi buruk bagi anak-anak di Kota Pahlawan. Terbaru, Pemkot membuka kolam renang gratis bagi anak-anak stunting.
Kolam renang tersebut bernama Tirta Bunda yang berlokasi di Jalan Tambaksari No 11 A Surabaya, dan diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani pada Rabu (22/5) pagi. Kolam renang tersebut berada di dalam kompleks Kantor PKK Kota Surabaya.
Dalam pernyataannya saat peresmian, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa kolam renang Tirta Bunda dikhususkan untuk anak-anak stunting dan gizi buruk.
Selain itu, kolam renang tersebut didirikan di atas lahan aset pemkot yang sebelumnya terbengkalai.
"Jadi kami selalu memanfaatkan aset pemerintah kota untuk dijadikan (lebih) bermanfaat. Karena banyak aset pemerintah kota yang tidak dimanfaatkan, terbengkalai, dikuasai oleh satu, dua orang," kata Wali Kota Eri seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
Ia menambahkan bahwa pendirian kolam renang tersebut bukan tanpa alasan, karena didasarkan pada masukan dan arahan para profesor di bidang kesehatan anak.
Menurut arahan tersebut, untuk menurunkan stunting pada anak, juga perlu ditunjang dengan kegiatan olahraga.
"Nah, olahraga yang terbaik itu berenang. Sehingga kita siapkan kolam renang khusus anak stunting di Kantor PKK," ujarnya.
Selain masukan dari para ahli, pendirian kolam renang Tirta Bunda juga didasarkan pada masukan dari sejumlah warga Surabaya.
Tidak hanya kolam renang, Pemkot juga mendirikan area bermain anak atau playground di lokasi tersebut. Bukan semata-mata untuk bermain, tujuan adanya playground tersebut untuk melatih motorik anak.
Karena bukan sekedar untuk tempat bermain, maka pihak Pemkot juga menyiapkan guru pendamping di area playground Tirta Bunda.
Walikota yang juga Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut juga memberi alasan mengapa kolam renang ini digratiskan.
"Ketika salah satu olahraga terbaik untuk gizi buruk, stunting adalah berenang, itu akan mengeluarkan biaya, maka kita sediakan gratis. Dan insyaallah di titik yang lain akan kita siapkan (kolam renang) khusus untuk penanganan gizi buruk dan stunting," tuturnya.
Eri berharap adanya kolam renang khusus stunting dan gizi buruk tersebut bisa menyiapkan sumber daya manusia yang kuat untuk menjadi penerus bangsa berkualitas.
"Sumber daya manusia itu adalah menyiapkan anak-anak, menyiapkan penerus-penerus bangsa ini memiliki jiwa yang kuat. Karena itulah kita siapkan semuanya ini," pungkasnya.