Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Mei 2024 | 03.47 WIB

Kisah Perempuan Asal Surabaya yang Diteror Teman Sekelas 10 Selama Tahun

Perempuan korban teror selama 10 tahun melapor ke polisi. - Image

Perempuan korban teror selama 10 tahun melapor ke polisi.

JawaPos.com–Berawal dari uang Rp 5.000 lalu berakhir ke jeruji besi. Begitu cerita pemuda asal Surabaya.

Semua bermula dari cerita di X atau Twitter seorang perempuan yang mengaku resah selama 10 tahun diteror seorang pria. Pria bernama Adi. Adi mengirimkan pesan hingga foto-foto bernada pelecehan. Keduanya sama-sama dari Surabaya.

N memutuskan untuk mengadu ke Polrestabes Surabaya setelah viral. Laporannya tercatat di Unit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Surabaya, pada Jumat (17/5) malam.

N datang sendiri untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya diteror puluhan tahun oleh pelaku, Adi. Adi adalah teman sekolah di salah satu SMP negeri di Surabaya.

”Pelaku ini adalah teman sekolah saya waktu masih SMP. Dia terobsesi kepada saya sejak masih sekolah,” kata N.

Dia menceritakan kali pertama dirinya diteror. Saat itu, dia memberikan uang Rp 5 ribu ke Adi kala sekolah dulu. Lebih kurang 10 tahun yang lalu. Dia melakukan itu karena merasa iba melihat pelaku tak punya uang jajan.

Hal itu sering dilakukannya kepada teman-teman yang lain di sekolah. Sayangnya, Adi menilai hal yang berbeda dan spesial. Adi mengira jika N menyukainya.

”Kebaikan saya disalahartikan dikira saya suka. Dan saya pernah menolak pelaku dan dia mencoba untuk mendekati saya pada 2014 - 2015, namun saya tolak dengan baik,” ucap N.

Sejak itu, Adi disebut membuat ratusan akun media sosial di Instagram dan akun X dulu masih Twitter. Setiap hari Adi mengirimkan pesan bernada godaan dan pelecehan ke N.

”Yang diteror cuma saya. Jadi dia bikin Twitter tapi following cuma saya. Dia itu kepingin cuma saya yang melihat,” ungkap N.

”Kadang sehari tiga kali Tweet. Kadang sebulan berapa. Kadang dalam seminggu selalu ada. Ada foto-foto kelamin,” ucap N.

Ternyata, Adi juga menyambangi N ke rumah pada dini hari hingga berdiri sampai pagi. Pelaku juga sempat melempar barang ke rumah korban.

”Terburuk pada 2018. Dia pernah melempar jam tangan mati, dan surat cinta. Saya bakar jam 06.00 WIB. Dia pernah jam 01.00 WIB di depan rumah, berdiri sampai jam 04.00 WIB,” ucap N.

Tak tinggal diam, keluarga N ternyata sempat memperingatkan Adi. Namun tak mempan. Pelaku terus melanjutkan perbuatannya.

Adi juga pernah mengancam bakal membunuh siapapun pria yang mendekati N. N pun mengaku tertekan secara psikis. Sementara itu, dalam waktu dekat, N bakal menikah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore